KELANA KOTA

Kilas Balik Penetapan Hari Santri Nasional

Laporan Denza Perdana | Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:10 WIB
Hari Santri 2018. Foto: kemenag.go.id
suarasurabaya.net - Tanggal 22 Oktober tahun ini menjadi bulan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-4 tahun ini, hari santri selalu dirayakan secara meriah oleh berbagai lapisan kalangan masyarakat.

Tahun lalu, peringatan hari santri digelar di Gor Sidoarjo. Digelar di tempat yang sama, tahun ini, perayaan Hari Santri mengusung tema Bersama Santri, Damailah Negeri.

Tepatnya pada 2015 lalu, 22 Oktober secara resmi diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Kenapa tanggal 22 Oktober?

Jika dilihat ke masa lampau, peristiwa pada tanggal 22 Oktober tidak lepas dari peran santri dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

Sejak september 1945 pasukan Inggris mendarat di Jawa sebagai sekutu Belanda dalam usaha menancapkan kembali kekuasan pasca proklamasi. Sebagian kota telah mereka kuasai seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Surabaya menjadi sasaran berikutnya.

Mendengar kabar itu ulama NU berkumpul. Pertemuan 22 Oktober di Surabaya itu yang melahirkan pernyataan jihad melawan koalisi Inggris-Belanda. Pernyataan itulah yang belakangan kita kenal sebagai Resolusi Jihad.

Resolusi Jihad mampu melecut semangat para pemuda Islam yang akrab disebut santri. Hari itu menjadi hari bersejarah bagi seluruh santri di Indonesia dalam melawan penjajah.

Di sini, santri yang dimaksud tidak melulu yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, melainkan santri yang dimaksud adalah seluruh umat muslim di Indonesia.

Karena dinilai berperan besar dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa, kemudian pada tanggal yang sama pada 2015 sioam, Presiden meresmikannya sebagai Hari Santri Nasional. (dim/den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA