KELANA KOTA

PT KAI: Imbas Kecelakaan di Pagesangan, Lokomotif KA Sri Tanjung Rusak, Jadwal Molor Lebih Dua Jam

Laporan Denza Perdana | Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:48 WIB
Kecelakaan di perlintasan kereta api Pagesangan menimpa mobil Pajero Sport hitam bernopol W 1165 YV. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Gatut Sutyatmoko Manager Humas PT KAI Daerah Operasional (DAOP) 8 mengatakan, akibat kecelakaan dengan Pajero Sport W 1165 YV di perlintasan KA Pagesangan, Minggu (20/10/2018), lokomotif KA Sri Tanjung mengalami kerusakan.

Air brake bagian depan lokomotif kereta Banyuwang-Lempuyangan, Yogyakarta itu pecah. "Kereta api Sri Tanjung sempat berhenti beberapa menit karena kerusakan lokomotif. Akhirnya harus ganti lokomotif. Kejadian pukul 13.47 WIB, kereta api meninggalkan lokasi 14.25 WIB," katanya kepada Radio Suara Surabaya.

Pergantian lokomotif KA Sri Tanjung ini berimbas pada jadwal kereta api. Menurut Gatut, ada dua jadwal yang terimbas: Sri Tanjung Lempuyangan ke Surabaya terlambat 155 menit (2 jam 35 menit), serta jadwal Sri Tanjung dari Surabaya ke Lempuyangan terlambat 88 menit (1 jam 28 menit).

"Informasi yang saya dapat, petugas sudah menurunkan palang pintu tapi mobil menerobos. Memang pengguna jalan harusnya menaati rambu-rambu, palang pintu hanya alat pembantu, bukan alat utama. Untuk rambu dan palang pintu di situ (Pagesangan) tanggung jawabnya pemerintah daerah," ujarnya.

Gatut mengatakan, rambu-rambu dipasang oleh Dinas Perhubungan dari pemda terkait. Namun, dia tidak bisa memastikan, apakah perlintasan KA Pagesangan itu merupakan wilayah kewenangan Dishub Provinsi Jatim atau Dishub Surabaya.

Irvan Wahyudrajat Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengatakan, palang pintu perlintasan dan rambu-rambu peringatan di perlintasan KA Pagesangan bukan merupakan wewenang dari Dishub Kota Surabaya. "Bukan wilayah Pemkot Surabaya. Kemungkinan Provinsi," katanya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan Radio Suara Surabaya belum berhasil menghubungi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk memverifikasi tentang dugaan kecelakaan Pajero vs KA Sri Tanjung akibat adanya kerusakan sinyal/sirine peringatan di perlintasan KA Pagesangan.

Perlu diketahui, relawan petugas perlintasan KA Pagesangan beralasan, sebelum terjadinya tabrakan maut dengan Pajero itu sirine yang biasanya berbunyi saat ada kereta yang akan melintas, saat itu mati. Selain itu, KA Sri Tanjung saat hendak melintasi perlintasan KA tidak menyalakan lampu, sehingga dia terlambat menyadari ada KA yang mau lewat.

Sementara Pajero yang dikendarai oleh satu keluarga terdiri dari ayah ibu dan anak yang diketahui meninggal ini, saat kejadian disebutkan oleh saksi mata sudah sulit menghindar. Posisinya sudah berada di dalam area perlintasan, tabrakan tak terhindarkan meski sopir sudah berupaya menggeber laju kendaraan.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.