KELANA KOTA

Pakde Karwo Launching Buku Berkaca dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi

Laporan Denza Perdana | Minggu, 21 Oktober 2018 | 21:59 WIB
Pakde Karwo menandatangani buku yang diberikan kepada undangan peluncuran bukunya di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Minggu (21/10) pagi. Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net - Soekarwo Gubernur Jawa Timur yang akrab disapa Pakde Karwo melaunching buku "Berkaca dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi, Memperkuat Komitmen Membangun Pertumbuhan Inklusif berbasis UMKM," di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Minggu (21/10) pagi.

Dalam sambutannya, Pakde Karwo mengatakan, buku ini lahir dari pemikirannya tentang pengaruh globalisasi atau pasar bebas yang memunculkan liberalisasi ekonomi. Liberalisasi itu berdampak negatif, yakni mengutamakan efisiensi diatas segala-galanya demi memenangkan dan memperluas pasar.

"Akhirnya, konsep efisiensi itu gagal karena disparitas semakin meningkat, yang kecil semakin lemah, yang besar semakin kuat. Belajar dari itu, negara harus hadir untuk membuat regulasi yang mengatur dan memfasilitasi baik kepada kelompok yang lemah, seperti UMKM, maupun perusahaan yang besar," katanya.

Dia menambahkan, kelompok yang lemah harus mendapat fasilitas yang lebih dibandingkan perusahaan besar. Contohnya, suku bunga perbankan yang diterapkan bagi sektor UMKM harus lebih kecil daripada suku bunga untuk perusahaan besar. UMKM juga harus difasilitasi agar mereka bisa bersaing, dan memiliki jaringan penjualan.

"Pada umumnya, UMKM diberi suku bunga 18 persen, sedangkan perusahaan besar hanya 14 persen. Karena itu kami melakukan fiscal engineering melalui loan agreement Bank Jatim sebagai stimulus untuk UMKM Jatim, sehingga suku bunga untuk UMKM hanya sebesar 6 persen saja," katanya dalam keterangan pers yang didapat suarasurabaya.net.

Selain itu, gubernur kelahiran Madiun ini juga mendirikan 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi, dan 7 KPD di 7 negara untuk jaringan pasar UMKM. Hasilnya, sektor UMKM tumbuh subur dari tahun ke tahun dan mampu menjadi motor penggerak perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pada 2012, UMKM di Jatim jumlahnya mencapai 6,8 juta, lalu pada 2016 jumlah UMKM Jatim meningkat menjadi 12,1 juta. Bahkan pada PDRB Jatim tahun lalu (2017) yang totalnya mencapai Rp2.019 triliun, UMKM berkontribusi sebanyak 1.161 triliun atau 57,52 persennya, dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 94,7 persen," ujarnya.

Suami Nina Kirana Soekarwo itu melanjutkan, untuk perusahaan besar, pemerintah juga memberikan government guarantee berupa kemudahan perijinan, percepatan pengadaan lahan, jaminan ketersediaan pasokan energi/listrik, dan iklim perburuhan yang demokratis.

"Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur inklusif, dimana ekonominya tumbuh, namun disisi lain tingkat kemiskinan dan angka disparitasnya menurun," jelasnya. "Buku ini isinya tentang itu."

Menurutnya, buku ini adalah jawaban untuk mewujudkan kesejahteraan umum berdasarkan keadilan sesuai pembukaan UUD 1945. Wimboh Santoso Ketua Dewan Komisioner OJK RI yang hadir di acara ini mengapresiasi peluncuran buku Pakde Karwo.

Menurut Wimboh, buku ini merepresentasikan bagaimana keberhasilan Pakde Karwo memimpin Jawa Timur, khususnya dalam membangun perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pakde Karwo luar biasa, kiprah beliau tidak perlu diragukan lagi, terbukti beberapa tahun terakhir Produk Domestik Bruto (PDB) Jatim lebih tinggi dari provinsi-provinsi lain, bahkan berada di atas rata-rata PDB nasional. Terima kasih Pakde Karwo karena telah menginisiasi buku ini," katanya.

Menurut Wimboh, melalui buku yang dilaunching ini, Pakde Karwo sangat layak disebut guru, dan tokoh ekonomi arus bawah. "Pakde Karwo bisa mengartikulasikan dan mengaktualisasikan dengan baik bagaimana membangun ekonomi secara inklusif," katanya.

Hadir dalam peluncuran buku itu istri Nina Kirana Soekarwo yang akrab disapa Bude Karwo, Prof. Moh. Nasih Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Wihana Kirana Guru Besar FEB UGM dan Staf Ahli Menteri Perhubungan, Dr. Arif Budimanta Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional, serta para kepala OPD Pemprov Jatim.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.