KELANA KOTA

Kekeringan Kritis, Ribuan Muslim Pamekasan Laksanakan Shalat Istisqa

Laporan Agustina Suminar | Senin, 22 Oktober 2018 | 07:32 WIB
Ilustrasi. Foto: Dok./suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ribuan umat Islam Pamekasan pada Senin (22/10/2018) pagi, melaksanakan shalat Istisqa di tanah lapang dekat Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata Palengaan, Pamekasan. Para warga memohon kepada Tuhan agar menurunkan hujan.

"Semua santri dan alumni telah diinstruksikan oleh pengasuh pondok pesantren untuk ikut shalat meminta hujan yang akan digelar mulai pukul 06.30 WIB pagi ini," kata Moh Ali Muhsin juru bicara Alumni Pondok Pesantren Bata-bata yang dilansir Antara.

Warga datang berbondong-bondong ke lapangan madrasah di dekat pesantren Bata-bata sejak sekitar pukul 06.00 guna melaksanakan shalat istisqa. Bahkan ada diantara mereka yang membawa hewan ternak.

Kecamatan Palengaan merupakan salah satu kecamatan yang musim kemarau ini menghadapi kekeringan parah di Kabupaten Pamekasan. Warga di kecamatan ini kesulitan sudah mendapatkan air bersih. Bahkan, sebagian besar terpaksa mandi di sungai berair keruh dan berlumut karena sumur-sumur mereka mengering.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, ada 315 dusun di 80 desa yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pamekasan. Tahun ini dampak kekeringan lebih luas dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 299 dusun.

Akmalul Firdaus Kepala BPBD Pamekasan mengatakan tahun ini wilayah Pamekasan menghadapi kekeringan langka dan kekeringan kritis.

Kekeringan langka terjadi ketika pemenuhan kebutuhan air di dusun hanya di bawah 10 liter saja per orang per hari dan jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga tiga kilometer.

Kekeringan kritis terjadi saat pemenuhan kebutuhan air warga di dusun hanya 10 liter lebih per orang per hari, dan jarak yang ditempuh untuk mendapatkan air bersih sejauh tiga kilometer bahkan lebih.

Jumlah desa yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih kali ini berbeda dengan data 2017. Sebab kala itu, kekeringan melanda 80 desa yang tersebar di 299 dusun di 10 kecamatan di wilayah itu.

Akmalul Firdaus mengatakan, BPBD mengoperasikan delapan mobil tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke dusun-dusun yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih di 80 desa di 10 kecamatan di Pamekasan.(ant/tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.