KELANA KOTA

Polisi: Dua Petugas Relawan Penjaga Palang Pintu Tidak Bisa Ditetapkan Tersangka

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 22 Oktober 2018 | 14:17 WIB
Kecelakaan di perlintasan kereta api Pagesangan menimpa mobil Pajero Sport hitam bernopol W 1165 YV, Minggu (21/10/2018). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - AKP Antara Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya menilai, dua relawan petugas palang pintu di perlintasan kereta api Pagesangan, tidak bisa ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, mereka bukan pegawai resmi dan hanya membantu secara suka rela bahkan tidak digaji.

Dia menyebutkan, dua relawan yang saat ini berstatus sebagai saksi tidak memiliki keahlian khusus dan tidak bisa dianggap lalai. Terlebih, mereka sebelumnya juga tidak pernah dibekali pengetahuan soal Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Saya kira tidak bisa. Karena mereka relawan, bukan petugas resmi yang punya keahlian khusus. Seharusnya kan kalau petugas resmi itu harus berpendidikan dulu ada sekolahnya sendiri. Nah, kalau mereka kan tidak tahu. Ga dibekali. Suka rela saja membantu orang. Kalau dipaksa, apa konsekuensinya. Digaji aja juga engga," kata Antara, saat dihubungi suarasurabaya.net, Senin (22/10/2018).

Saat ini pihaknya sedang mendalami peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia itu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PT KAI dan juga Dinas Perhubungan, terkait pertama kali yang membuka jalur perlintasan kereta api di Pagesangan.

Dia berharap, pihak PT KAI maupun Dinas Perhubungan bisa bekerja sama untuk memberikan solusi terhadap perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu dan petugas resmi. Agar peristiwa kecelakaan ini tidak terulang lagi dan memakan korban.

"Saya harus mendalami dulu yang punya jalur ini siapa, yang pertama kali membuka siapa. Lalu rambu-rambunya gimana. Tentu koordinasi dengan PT KAI dan Dishub. Seharusnya, keduanya bisa bekerja sama untuk solusinya ini gimana. Apa dikasih palang pintu otomatis atau gimana, agar tidak terulang lagi," kata dia.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa dua petugas relawan palang pintu dan satu orang pengendara yang melihat langsung kejadian tersebut. Rencananya, polisi juga akan memanggil dari pihak PT KAI yaitu Daop 7 Madiun untuk diperiksa. Polisi akan memeriksa masinis KA Sri Tanjung yang saat itu sedang bertugas dan satu orang asisten masinis. (ang/tin)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.