KELANA KOTA

Lapor SS Mobil Dibawa Lari Calon Pembeli, Langsung Ditemukan Pendengar di Showroom

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:40 WIB
Mobil Toyota Rush bernomor polisi L 1437 NN yang dibawa lari oleh penipu yang menyaru sebagai calon pembeli di Mojokerto, Selasa (23/10/2018). Mobil ini ditemukan pendengar SS di sebuah showroom mobil di Sidoarjo. Foto: Kompol Fatahul Azmi via WA Suara Surabaya
suarasurabaya.net - Mobil Toyota Rush bernomor polisi L 1437 NN yang dibawa lari oleh penipu yang menyaru sebagai calon pembeli di Mojokerto, berhasil ditemukan oleh pendengar Radio Suara Surabaya (SS), dalam waktu 30 menit sejak pemilik mobil mengudara pada Selasa (23/10/2018) sore.

Suntari, pemilik mobil tersebut menceritakan kronologis peristiwa tersebut melalui Radio Suara Surabaya pada pukul 16.33 WIB. "Mobil saya dibawa lari sama pembeli, tadi pagi sekitar jam 10 dari daerah Mojokerto. Saya minta tolong kalau ada pendengar SS yang melihat. Saya sungguh-sungguh minta tolong," kata Suntari.

Ciri-ciri mobil berwarna silver keluaran tahun 2011 itu adalah kaca depan dan belakangnya ada stiker tulisan "caesar motor 3 @gmail.com"; kap mesin, bagian atas mobil, dan tutup ban serep belakang dilapisi stiker hitam dove; kaca film 80 persen, tapi bagian depan agak terang; dan body kanan kiri mobil ada stiker CRD Sportivo hitam. Mobil ini hilang beserta STNK dan BPKB-nya.

Suntari menjelaskan, kedua pelaku yang mengaku akan membeli mobilnya, datang ke rumahnya di Mojokerto, Selasa pagi. Dia merasa kenal dengan seorang pelaku karena pria tersebut sudah sering datang ke bengkel servis sepeda motornya. "Saya pernah memberitahu dia, kalau saya mau jual mobil. Selain itu saya juga menjual mobil itu melalui OLX dan Facebook.," ujarnya.

Pelaku yang menyamar sebagai pembeli itu mengaku bernama Andre dan tinggal di Mojokerto. Ciri-cirinya usia sekitar 50 tahun, tinggi 160 cm, perawakannya agak gemuk, kulitnya agak gelap. Sedangkan pelaku satunya, yang berperan sebagai anaknya Andre, mengaku tinggal di Tarik, Sidoarjo. Ciri-cirinya berperawakan tinggi besar.

Setelah Suntari dan kedua pelaku menyepakati harga Rp145 juta, pelaku yang berperan sebagai anaknya Andre membawa mobil itu ke Samsat untuk mengecek fisik mobil itu. Sedangkan Suntari dibonceng Andre naik sepeda motor Vario. Rencananya mereka mau ke bank untuk menyelesaikan pembayaran. Namun, di tengah perjalanan, Suntari disuruh menunggu di Pasar Tanjung Mojokerto.

"Katanya uangnya kurang, mau ambil ke anaknya. Ternyata saya tunggu sejam, gak keluar dari pasar. Nomor teleponnya saya hubungi juga mati. Saya langsung curiga dan melapor ke polisi. Sepeda motor yang tadi dipakai beserta STNK-nya saya bawa ke Polres Mojokerto," ujarnya.

Selang 30 menit, pada pukul 17.05 WIB, Eko Iswahyuono, pendengar SS menelepon Gate Keeper SS, mengaku melihat mobil dengan nomor polisi dan ciri-ciri seperti mobil yang dilaporkan hilang.

"Saya melihat mobil Pak Suntari di Kevin Jaya Mobil, tempat jual beli mobil di daerah Candi, sebelum traffic light Polsek Candi dari Kota Sidoarjo, sesudah pabrik gula. Mobil itu diparkir di depannya. Saya sudah putar balik lagi untuk melihat apa betul. Ternyata benar," kata dia kepada Gate Keeper SS.

Gate Keeper SS lantas menyarankan Eko Iswahyuono untuk melapor ke kantor polisi terdekat. "Kebetulan ada polisi patroli yang lewat, Eko langsung melapor. Aiptu Slamet petugas Polsek Candi Sidoarjo yang sedang patroli tersebut, langsung mengamankan mobil tersebut.

Gate Keeper SS langsung menghubungi Suntari. Kemudian Suntari langsung menuju ke Polsek Candi, Sidoarjo untuk mengurus mobilnya.

Kompol Fatahul Azmi Kapolsek Candi, Sidoarjo mengatakan, mobil yang dilaporkan hilang melalui SS itu ternyata sudah ada pembelinya. Pihak showroom yang membeli ke pelaku. Mobil itu posisi masih dipajang di showroom untuk dijual lagi. "Pemilik showroom mengaku tidak curiga karena ada BPKB dan STNK-nya. Tapi untuk berapa harga beli mobil itu masih terus penyelidikan," kata Kapolsek Candi.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.