KELANA KOTA

Doa Bersama dan Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat, Beberapa Keluarga Shock dan Pingsan

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 06 November 2018 | 16:19 WIB
Salah satu keluarga penumpang pesawat Lion Air JT 610 saat menabur bunga di perairan Tanjung Karawang tempat jatuhnya pesawat, Selasa (6/11/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dua buah Kapal perang Republik Indonesia (KRI), masing-masing KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh disiapkan untuk ditumpangi sebanyak kurang lebih 500 orang dari keluarga penumpang pesawat Lion Air JT 610 teregistrasi PK-LQP untuk menuju perairan Tanjung Karawang tempat jatuhnya pesawat, Selasa (6/11/2018).

Selama perjalanan ke TKP jatuhnya pesawat, beberapa keluarga tampak termenung, dan beberapa lainnya sesekali mengusap air mata karena sedih.

Dari pihak Lion Air maupun petugas dari TNI, Basarnas, maupun Palang Merah Indonesia selalu berbagi tugas mendampingi tiap-tiap keluarga.

Mendekati TKP, seluruh keluarga melakukan doa bersama yang dipimpin masing-masing pemimpin agama secara bergantian. Sebelum doa bersama, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi Kabasarnas juga menyampaikan pidato singkat yang intinya Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap penumpang Lion Air JT 610.

Setelah sekitar 2,5 jam perjalanan dari Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok ke Tanjung Karawang, petugas mengumumkan kalau Kapal sudah sampai di tempat jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

"Kepada bapak-bapak dan ibu-ibu atau keluarga penumpang, kita sudah sampai di tempat, silakan menuju ke belakang kapal," ujar petugas.

Para keluarga penumpang pun satu persatu keluar dan menuju bagian belakang kapal dan menghadap laut tepat jatuhnya pesawat Lion Air yang ditandai dengan adanya kapal Victory milik pertamina yang stand by di titik tersebut sejak awal.

Pada waktu keluar para keluarga tidak membawa bunga untuk ditabur. Tetapi setelah beberapa menit memanjatkan doa, panitia menyampaikan kalau disediakan bunga bagi keluarga yang ingin melakukan tabur bunga.

Akhirnya, satu persatu keluarga penumpang bersedia melakukan tabur bunga dan memanjatkan doa dengan khusyuk. Hampir semua keluarga menangis saat itu, bahkan beberapa diantaranya shock dan memanggil-manggil keluarga, anak, suami atau teman mereka yang menjadi penumpang pesawat Lion Air tersebut.

Petugas yang selalu mendampingi keluarga langsung sigap membawa masuk anggota keluarga yang pingsan saat sedang melakukan doa dan tabur bunga. (faz/nin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.