KELANA KOTA

Jokowi Presiden Siap Jadi Pembeli 100 Unit Pertama Sepeda Motor Listrik Gesits

Laporan Farid Kusuma | Rabu, 07 November 2018 | 14:38 WIB
Muhammad Nasir Menristek Dikti menyiapkan Motor Listrik Gesits yang akan dikendarai Joko Widodo Presiden, Rabu (7/11/2018), di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemerintah sudah menyatakan dukungan pada rencana produksi massal Sepeda Motor Garansindo Electric Scooter ITS (Gesits).

Sepeda motor listrik Gesits, merupakan hasil pengembangan riset Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan PT Gesit Technologies Indo (GTI).

Rencananya, PT Wika Industri dan Konstruksi, anak perusahaan PT Wijaya Karya (Wika), akan memproduksi Gesits, mulai Januari 2019.

Usai menjajal purwa rupa Gesits, siang hari ini di Istana Kepresidenan Jakarta, Joko Widodo Presiden mengatakan, siap menjadi pembeli pertama sepeda motor listrik karya anak bangsa yang disebut 100 persen buatan dalam negeri.

Jokowi menyebut, dia akan memesan 100 unit Sepeda Motor Listrik Gesits dengan berbagai varian warna yang ada, antara lain warna merah, putih, hitam dan abu-abu.

"Kalau sudah diproduksi, saya pembeli pertama. Saya akan beli 100 unit. Warnanya, warna-warni," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Menurut Presiden, Gesits adalah kendaraan ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi udara mau pun suara, sehingga cocok digunakan Masyarakat Indonesia.

Sekadar diketahui, PT Wika Industri dan Konstruksi selaku produsen Sepeda Motor Listrik Gesits memasang target produksi 5 ribu unit per bulan, atau sekitar 60 ribu unit per tahun.

Untuk sementara, kata Jokowi Presiden, pemasaran Gesits fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kalau mendapat respon positif dari pasar, sepeda motor listrik itu, akan diekspor ke luar negeri. (rid/rst)


Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.