KELANA KOTA

Basarnas Perpanjang Evakuasi Lion Air JT 610 Tiga Hari Lagi

Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 07 November 2018 | 15:34 WIB
Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi Kepala Basarnas. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Setelah operasi pencarian penumpang dan serpihan pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP dilakukan 10 hari, ternyata Basarnas kembali memperpanjang pencarian selama tiga hari.

Berdasarkan SOP (Sistem Operasi Prosedur) pencarian awalnya dilaksanakan tujuh hari. Begitu tujuh hari ternyata masih ada penemuan-penemuan, maka pencarian ditambah tiga hari, atau total menjadi 10 hari. Setelah 10 hari, kemudian dianalisa. Kalaumasih ada temuan-temuan,maka operasi ditambah tig hari lagi.

Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi Kepala Basarnas menegaskan perpanjangan selama tiga hari ini hanya khusus untuk Basarnas saja.

"Kami telah melakukan rapat dengan staf dan mendapat masukan-masukan, yang akhirnya kami memutuskan kalau evakuasi diperpanjang tiga hari khusus untuk tim Basarnas," ujar Syaugi dalam jumpa pers di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/11/2018).

Dia mengaku telah meninjau langsung dengan helikopter di laut untuk melihat lokasi badan pesawat yang ditemukan.

"Saya meninjau langsung dengan menggunakan Heli di laut dan melihat lokasi badan pesawat, termasuk ke Tanjung Pakis Karawang juga. Operasi masih terus berjalan seperti biasa," tegasnya.

Karena masih ada temuan-temuan, maka menurut Kabasarnas, operasi diputuskan untuk diperpanjang lagi khusus untuk tim Basarnas.

Dia mengucapkan terima kasih kepada tim lainnya yang sudah bersinergi selama ini. Tim-tim yang dimaksud adalah TNI, Polri, Bakamla, Polair, Bea Cukai, dan KPLP.

Syaugi berharap, perpanjangan tiga hari ini dapat menuntaskan visi pencarian Black Box yang berisi Cockpit Voice Recorder (CVR), jenazah penumpang maupun puing-puing pesawat.(faz/bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.