KELANA KOTA

Polda Belum Terima Laporan Kasus Perkosaan Mahasiswi UGM

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 08 November 2018 | 17:25 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunggu laporan kasus perkosaan yang menimpa salah satu mahasiswi Universitas Gadjah Mada saat menjalani Kuliah Kerja Nyata di Maluku pada 2017.

"Pelecehan seksual itu memang bukan delik aduan, tetapi yang bersangkutan (korban) harus melapor karena kalau tidak melapor bisa saja dia tidak merasa dirugikan," kata AKBP Yulianto Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) Kamis (8/11/2018).

Yulianto mengatakan hingga saat ini Polda DIY belum menerima laporan terkait kasus yang terjadi pada 2017.

"Saya cek belum ada (laporan, red)," kata dia dilansir Antara.

Meski bukan delik aduan, untuk menindak kasus pelecehan seksual yang terjadi pada tahun lalu itu tetap dibutuhkan berbagai data mengenai peristiwa dan siapa saja saksi-saksi saat kejadian.

Data-data itu pula yang bisa menjadi dasar kepolisian untuk bergerak dan melakukan pemanggilan.

"Untuk menindak kasus itu harus memuat form-form segala macam mengenai kejadian dan siapa-siapa saksinya. Nah orang-orang yang mengetahui peristiwa itu mesti melapor apakah temannya atau keluarganya," kata Yulianto.

Seorang mahasiswi Fisipol UGM berinisial AN diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sesama rekan KKN berinisial HS, mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2014.

Peristiwa ini terjadi saat mahasiswi angkatan 2014 ini mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku, pertengahan tahun 2017. Peristiwa itu diungkap oleh Balairung Press (Badan Pers Mahasiswa UGM) melalui laporan yang diunggah pada 5 November 2018.

Iva Ariani Kabid Humas dan Protokol UGM melalui keterangan tertulisnya menyatakan pihak UGM telah membentuk tim investigasi atas kasus itu dan akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"UGM akan segera mengambil langkah-langkah nyata yang diperlukan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum," kata dia.(ant/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.