KELANA KOTA

Museum Bakal Dibuka Tepat 10 November Tanpa Dipan Tempat Lahir W.R. Soepratman

Laporan Denza Perdana | Kamis, 08 November 2018 | 20:14 WIB
Rumah wafat W.R. Soepratman di Jalan Mangga No.21, Tambaksari, Kota Surabaya. Foto: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemkot Surabaya telah melengkapi koleksi benda-benda bersejarah di Rumah Wafat Wage Rudolf (W.R.) Soepratman, di Jalan Mangga Nomor 21, Tambaksari, Surabaya.

Bertepatan Hari Pahlawan 10 November, Sabtu (10/10/2018) besok, Pemkot Surabaya berencana meresmikan dan membuka bangunan itu sebagai Museum W.R. Soepratman.

"Persiapan sudah 99 persen, tinggal finishing-nya. Ya, merapikan yang masih kurang rapi," kata Antiek Sugiharti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Kamis (8/11/2018).

Antiek enggan menyebut benda-benda koleksi apa saja yang sudah ditambahkan di museum W.R. Soepratman. Alasannya, supaya masyarakat Surabaya lebih penasaran.

Namun dia memastikan, Pemkot Surabaya tidak jadi memboyong dipan yang sempat diyakini sebagai dipan tempat W.R. Soepratman lahir dari Purworejo, Jawa Tengah.

"Enggak jadi. Kami lebih banyak menambah konten yang..., nanti mungkin lebih seru kalau dilihat langsung ke lokasi saat pembukaan, ya," ujarnya.

Antiek tidak menjelaskan lebih lanjut, mengapa Pemkot Surabaya batal mengakuisisi dipan tempat lahirnya W.R. Soepratman, sebagaimana direncanakan sejak 2017 silam.

Pertengahan November 2017 silam, Wiwiek Widayati yang saat itu menjabat Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya menyebutkan rencana akuisisi dipan W.R. Soepratman itu kepada suarasurabaya.net

Antiek akhirnya menyebutkan, Pemkot Surabaya juga melengkapi museum itu dengan hal-hal berkaitan memorabilia ketokohan seperti foto dan catatan tentang pencipta lagu Indonesia Raya itu

"Kami memang mengumpulkan koleksi itu dari sumber-sumber terpercaya, termasuk benda-benda apa menjadi memorabilia beliau, misalnya foto dan lainnya. Seperti nama beliau sudah dipakai nama jalan di mana saja? Foto beliau dipakai di perangko apa saja? Seperti itu," ujarnya.

Pemkot Surabaya, kata Antiek, meresmikan Museum ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas jasa-jasa W.R. Soepratman untuk Kemerdekaan Indonesia, dan untuk Surabaya pada khususnya.

Adapun tujuan penting pembukaan museum ini, kata dia, sebagai pembelajaran untuk generasi muda Kota Surabaya bahwa ada pahlawan seperti W.R. Soepratman yang berjuang tanpa mengangkat senjata.

"Kami ingin menunjukkan, ini lho, jasa-jasa seorang pahlawan yang berjuang tidak perlu mengangkat senjata, tapi berjuang dengan keahliannya untuk Bangsa Indonesia," katanya.

Pro dan Kontra Tempat dan Tanggal Lahir W.R. Soepratman

Sebagian pihak meminta agar Pemkot Surabaya menunda dulu pembukaan Museum W.R. Soepratman karena memuat tempat dan tanggal lahir W.R. Soepratman yang diperdebatkan.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 016/TK/1971 tanggal 20 Mei 1971 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan, Wage Rudolf Supratman disebutkan lahir di Jatinegara pada 9 Maret 1903.

Namun, pada perkembangannya, muncul temuan baru sebagaimana ditetapkan Pengadilan Negeri Purworejo, Jawa Tengah pada 2007 silam, bahwa W.R. Soepratman lahir di Kabupaten itu pada 19 Maret 1903.

Vinsensius Awey menyebutkan, di Museum W.R. Soepratman yang akan diresmikan Sabtu besok, Pemkot Surabaya menyertakan tempat dan tanggal lahir W.R. Soepratman versi PN Purworejo.

"Ini akan membingungkan dan menyesatkan, karena di makam W.R. Soepratman tercantum 9 Maret 1903, bukan 19 Maret 1903. Sebaiknya Pemkot Surabaya mengkaji kembali ini," ujarnya.

Awey mengaku telah bertemu dengan beberapa orang yang merupakan kerabat W.R. Soepratman di Surabaya yang sampai sekarang masih ada dan meminta agar Pemkot Surabaya mengkaji kembali soal ini.

Antiek Sugiharti mengatakan, Pemkot Surabaya tidak dalam kapasitas menentukan kebenaran di mana tempat dan tanggal lahir W.R. Soepratman.

"Kami sebagai pemerintah mencari kepastian ini dari sumber-sumber resmi pemerintah, dari Sekretariat Negara dan lainnya. Kalau ada pro-kontra itu antara keluarga beliau, biar mereka yang menyelesaikan," ujarnya.(den/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.