KELANA KOTA

BIN Menepis Spekulasi Penangkapan Rizieq Shihab di Arab Saudi Operasi Intelijen

Laporan Farid Kusuma | Jumat, 09 November 2018 | 11:39 WIB
Rizieq Shihab sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus dugaan permufakatan makar. Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Intelijen Negara (BIN) membantah tuduhan adanya operasi intelijen terkait penangkapan Muhammad Rizieq Shihab Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), oleh aparat keamanan Arab Saudi, Senin (5/11/2018) waktu setempat.

Wawan Hari Purwanto Direktur Komunikasi dan Informasi BIN mengatakan, tuduhan pihak Rizieq Shihab bahwa yang memasang bendera bertuliskan Kalimat Tauhid di rumah sewaannya adalah Anggota BIN, tidak berdasarkan fakta.

"Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh Anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera dan mengambil CCTV. Tuduhan pemasangan bendera di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memoto kemudian lapor ke polisi Saudi. Semua hanya pandangan sepihak," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Menurut Wawan, Arab Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Selain itu, ada larangan melakukan operasi intelijen di negara lain.

Mereka yang ketahuan melanggar, bisa dipersona non grata atau dideportasi, bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negeri itu.

Merespon pernyataan spekulatif yang disampaikan Munarman Sekretaris Umum FPI, Wawan menyatakan BIN tidak punya kepentingan mengganggu Habib Rizieq yang sudah lama tinggal di luar negeri.

BIN justru menginginkan masalah hukum Rizieq di Indonesia cepat selesai, sehingga tidak menimbulkan masalah baru di luar negeri yang berbeda sistem hukum dan pemerintahannya.

Wawan menegaskan, BIN bertugas melindungi Warga Negara Indonesia termasuk Habib Rizieq yang punya prinsip tentang demokrasi di Indonesia. Tapi, lanjut Wawan, negara wajib mengingatkan kalau ada hal yang kurang pas dari pemikiran itu.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik Rizieq Shihab. Yang jelas, BIN berharap bangsa ini tidak terpecah karena adanya perbedaan pandangan.

"BIN tidak mengenal istilah kriminalisasi, semua warga negara memiliki hak dan kewajiban serta kedudukan yang sama di depan hukum," katanya.

Sekadar diketahui, Rizieq Shihab sempat diperiksa dan ditahan oleh Otoritas Saudi, karena ada bendera hitam yang mirip simbol ISIS, terpasang di belakang kediamannya, di Mekkah.

Sesudah diperiksa Mabahis Ammah (Direktorat Penyelidikan Umum Arab Saudi), Selasa (6/11/2018), Habib Rizieq bebas dari tahanan dengan pendampingan Staf Konsulat Jenderal RI, dan jaminan rekannya Warga Saudi.(rid/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.