KELANA KOTA

KSP: Jangan Asal Menuduh Pemerintah Merekayasa Penangkapan Habib Rizieq di Arab Saudi

Laporan Farid Kusuma | Jumat, 09 November 2018 | 16:02 WIB
Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan menanggapi isu rekayasa intelijen terkait penangkapan Rizieq Shihab oleh Kepolisian Arab Saudi, Jumat (9/11/2018), di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan mengimbau pihak Front Pembela Islam (FPI), jangan asal menuduh Pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN), ada di balik penangkapan Muhammad Rizieq Shihab, Senin (5/11/2018), di Arab Saudi.

Pernyataan itu disampaikan Moeldoko merespon spekulasi yang disampaikan Munarman Sekretaris Umum FPI bahwa BIN melakukan rekayasa sehingga Habib Rizieq ditangkap oleh Polisi Saudi.

Menurut Moledoko, BIN tidak bisa sembarangan melakukan operasi intelijen di luar negeri. Mantan Panglima TNI itu juga meragukan keterlibatan BIN di Saudi, karena prosesnya terlalu mencolok.

"Di negara orang, tentunya tidak bisa sembarangan melakukan operasi intelijen. Tapi, apa betul penangkapan itu operasi intelijen? Jelek banget kalau intelijen kerjanya seperti itu," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Terkait peristiwa penangkapan Pemimpin FPI itu, Moeldoko minta pihak terkait tidak mengeluarkan pernyataan mengada-ada, tanpa data dan fakta, apalagi menyalahkan Pemerintah.

"Jangan mengada-ada. Jangan dikit-dikit (menuduh) intelijen, dikit-dikit Pemerintah disalahkan," tegas purnawirawan Jenderal TNI itu.

Sebelumnya, pihak BIN dengan tegas membantah tuduhan adanya operasi intelijen terkait penangkapan Habib Rizieq.

Wawan Hari Purwanto Direktur Komunikasi dan Informasi BIN mengatakan, tuduhan yang memasang bendera bertuliskan Kalimat Tauhid di rumah sewaan Rizieq Shihab adalah Anggota BIN, tidak berdasarkan bukti.

Sekadar diketahui, Muhammad Rizieq Shihab sempat diperiksa dan ditahan oleh Otoritas Saudi, karena ada bendera hitam yang mirip simbol ISIS, terpasang di belakang kediamannya, di Mekkah.

Sesudah diperiksa Mabahis Ammah (Direktorat Penyelidikan Umum Arab Saudi) dengan pendampingan Staf Konsulat Jenderal RI, Selasa (6/11/2018), Habib Rizieq bebas bersyarat atas jaminan rekannya Warga Negara Saudi. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.