KELANA KOTA

Panitia Surabaya Membara Melanjutkan Acara Karena Sudah Latihan Lama

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 09 November 2018 | 22:56 WIB
M Taufik Hidayat Ketua Komunitas Surabaya Membara. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - M Taufik Hidayat Ketua Komunitas Surabaya Membara mengatakan, keputusan tetap melanjutkan gelaran Drama Kolosal Surabaya Membara, meski ada insiden maut, karena persiapan peserta sudah dari jauh hari.

Menurut Taufik, akan lebih syok jika seluruh tim yang dari daerah yang sudah latihan sebulan tapi tidak jadi tampil. Meskipun tadi panitia memotong adegan drama yang seharunya 60 menit tapi dipotong 20 menit.

"Kami kan juga ada dari daerah, kami tetap melanjutkan karena mereka sudah latihan sebulan lebih, mereka akan lebih syok kalau tidak tampil," ujarnya di lokasi, Jumat (9/11/2018) malam.

Menurut Taufik, kejadian ini di luar kendali panitia. Karena lokasi acara berada di Jl Pahlawan depan Kantor Gubernur, tapi banyak yang ada di viaduk rel kereta api yang lepas dari pantauan panitia.

Pihak panitia kata Taufik, sudah berulang kali mengimbau agar penonton turun dari viaduk, atas bangunan pagar Museum Pahlawan, dan dari atas Kantor Gubernur Jatim.

"Dua tahun lalu tidak ada kereta api lewat. Tahun ini kok ada, kami tidak tahu jadwal kereta api hari ini kapan melintas," katanya.

Taufik mengaku sangat berduka atas kejadian ini. Pihaknya akan menawarkan bantuan kepada para korban.

"Kami tentu berduka. Kalau bisa membantu, nanti kami akan temui korban. Kami juga harus ke pihak kepolisian," katanya.

Sekadar diketahui, penonton pertunjukan Surabaya Membara mengalami kecelakaan. Sedikitnya tiga penonton meninggal dunia tersambar kereta api dan delapan orang berjatuhan saat menonton pertunjukan dari atas viaduk rel kereta Jl Pahlawan. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 19.50 WIB sesaat sebelum acara dimulai. (bid/nin/ipg)

Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.