KELANA KOTA

Puting Beliung di Mojokerto, 137 Rumah Warga Rusak

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 19 November 2018 | 20:05 WIB
Angin puting beliung yang menimpa dua Desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Senin, (19/11/2018) setidaknya menyebabkan 137 rumah rusak. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Angin puting beliung yang menimpa dua desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Senin, (19/11/2018) setidaknya menyebabkan 137 rumah rusak.

Hal itu dikatakan Suyoto Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto. Dia menjelaskan, jumlah rumah penduduk di Desa Sidorejo yang terdampak angin kencang mencapai 137 unit. Terdiri dari 10 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, serta 36 rumah rusak ringan, serta di Parengan 50 rumah warga juga mengalami kerusakan.

"Kategori rusak berat itu genteng yang rontok cukup lebar di bagian ruang tamu. Kalau rusak sedang genteng yang berjatuhan di bagian belakang rumah," jelasnya seperti dilaporkan Fuad dari Radio Maja Mojokerto kepada suarasurabaya.net.

Suyoto memastikan tak ada korban di Desa Sidorejo. "Untuk rumah warga yang rusak berat, sementara ini kami beri bantuan penutup terpal," tandasnya.

Warga yang rumahnya rusak ringan melakukan perbaikan secara swadaya. Dan hingga saat ini listrik di Desa Sidorejo dan Parengan masih padam.

Sebelumnya, angin puting beliung yang menimpah dua Desa di Kecamatan Jetis, yakni Desa Sidorejo dan Parengan terjadi sekitar pukul 3 sore. Angin datang dari arah selatan ke Utara dengan durasi diperkirakan 15 menit dengan kecepatan 40 Km/jam.

Hingga saat ini, warga dibantu petugas BPBD Kabupaten Mojokerto, TNI/ Polri juga sejumlah potensi Relawan maaih melakuan pembenahan di beberapa rumah warga terdampak. (dim)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.