KELANA KOTA

Korban Meninggal Insiden Kebakaran di Kutisari Hidup Sendirian di Masa Tuanya

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 20 November 2018 | 15:34 WIB
Rumah korban kebakaran yang saat ini dipasangi garis polisi. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Johan Indrajaya (69) merupakan korban yang meninggal dunia dalam insiden kebakaran rumah di Jalan Kutisari Selatan 15/55B, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, pada Selasa (20/11/2018). Sekitar pukul 03.30 WIB, api membakar rumahnya yang berukuran 90 meter persegi tersebut. Dari gang, orang akan kesulitan melihat objek yang kebakaran. Pasalnya, rumahnya tertutupi rumah lain. Untuk masuk ke rumahnya, orang harus masuk ke jalan setapak terlebih dahulu.

Saat kebakaran terjadi, Maksub Tetangga korban yang tinggal persis di sebelah rumahnya langsung terbangun. Ia mendengar suara ledakan besar dari arah rumah kakek tua tersebut. Ketika ia melihat keluar rumah, api sudah sangat besar. Ia dan tetangga lain langsung menelepon 112 dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Ia mengaku pendengar suara jeritan minta tolong Johan setelah 10 menit ledakan terjadi.

"Tapi api sudah sangar besar, warga tidak ada yang berani masuk. Warga hanya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya," kata Maksub ketika ditemui suarasurabaya.net di halaman rumahnya, Selasa (20/11/2018).

Menurut pengakuan Maksub, Petugas PMK sebenarnya sudah datang sekitar 7 menit setelah melaporkan kejadian ke 112. Namun, mereka terhenti di pintu gang. Di pintu masuk gang sebelah kiri ada terop warga, dan di sebelah kanan ada balai RW di atas jalan. Tak hanya itu, ada mobil-mobil warga yang terparkir di kiri kanan jalan. Saat tiba di lokasi sekitar 04.00 WIB, kakek tua tersebut sudah kehilangan nyawanya dan api semakin membesar.

"Kalau tidak terhalang terop dan gapura (balai RW yang berada di atas pintu masuk gang, red) mungkin pak Johan bisa tertolong. Karena 10 menit itu masih ada teriakan dari dalam rumah," katanya.

Ketika Petugas PMK masuk ke dalam rumah, ia mendapati kakek tua itu sudah dievakuasi dalam keadaan tanpa nyawa. Saat itu, polisi menghubungi keluarga Johan yang tinggal di Kutisari Utara 3, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Setelah keluarga datang, korban langsung dibawa ke kamar mayat RS. dr. Soetomo, Surabaya. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB ketika langit sudah cerah.

"Kasihan. Pak Johan hidup sendirian. Padahal umurnya sudah sangat tua," kata Maksub.

Kini rumah korban tinggal tembok-tembok saja. Atap rumah sudah jebol akibat api yang melahap rumah itu. Terlihat garis polisi membentang di sepanjang rumah korban. (bas/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.