KELANA KOTA

Menteri Israel Desak Pemboikotan Airbnb Sambil Promosikan Pesaingnya

Laporan Denza Perdana | Rabu, 21 November 2018 | 21:36 WIB
Gambar poster yang sempat muncul untuk mengutuk listing Airbnb di permukiman ilegal di Palestina yang diduduki Israel. Airbnb akhirnya akan memboikot 200 daftar hunian di kawasan Tepi Barat. Foto: middleeastmonitor
suarasurabaya.net - Salah seorang menteri kabinet Israel mendesak pemboikotan Airbnb karena Airbnb menghapus daftar hunian di daerah pendudukan Tepi Barat, yang kebanyakan ditinggali Palestina.

"Saya hari ini memanggil semua orang yang mendukung Israel dan menentang boikot diskriminatif: mereka harus berhenti menggunakan Airbnb dan beralih ke layanan lain," kata Gilad Erdan Menteri Urusan Strategis pada konferensi diplomatik yang diselenggarakan surat kabar Jerusalem Post, Rabu (21/11/2018) waktu setempat.

"Ngomong-ngomong, Booking.com adalah layanan hebat," kata Erdan, sosok terdepan dalam upaya pemerintah Israel untuk memerangi boikot pro-Palestina, sebagaimana dilansir Antara.

Sementara itu, Ayelet Shaked Menteri Kehakiman Israel pada konferensi terpisah mendukung seruan Erdan untuk memboikot Airbnb dan menyarankan Israel juga menerapkan undang-undang anti-diskriminasinya sendiri.

Airbnb mengatakan, akan memboikot 200 daftar hunian setelah mendengar kritik dari orang-orang yang berprinsip, "perusahaan seharusnya tidak mengambil untung diatas tanah yang diperebutkan"

Palestina menyambut baik langkah perusahaan yang berpusat di San Francisco ini.

"Airbnb mengambil keputusan ke arah yang benar untuk menghentikan transaksi dengan permukiman Israel, konsisten dengan legitimasi internasional," ujar Wasel Abu Youssef, seorang pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina, yang dikutip Reuters.

Sementara itu, Human Rights Watch memuji keputusan Airbnb dan meminta Booking.com untuk mengikutinya. (ant/den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.