KELANA KOTA

Tanggapan Masyarakat Soal Wacana Kebijakan Ganjil-Genap di Jawa Timur

Laporan Agustina Suminar | Senin, 03 Desember 2018 | 17:10 WIB
Ilustrasi. Grafis: Purnama suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Wacana kebijakan pemberlakuan sistem ganjil-genap bagi mobil pribadi di Jawa Timur mulai dibicarakan dalam workshop yang digelar Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) bersama Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Jawa Timur, Senin (3/12/2018).

Menanggapi wacana tersebut, pendengar Radio Suara Surabaya dan netter e100 memberikan opini yang beragam. Beberapa orang mengatakan kebijakan ini perlu segera diterapkan agar lalu lintas menjadi semakin tertib, seperti yang diungkapkan Agustinus, salah seorang pendengar.

"Penerapan ganjil genap itu jangan wacana. Langsung saja diterapkan supaya makin tertib," ungkapnya melalui sambungan telepon.

Sejalan dengan Agustinus, Khudori juga setuju mengenai penerapan sistem ini. Khudori menganggap, sistem ini mampu menertibkan pengusaha angkutan yang tidak berizin.

"Penerapan ganjil genap Dishub bisa menertibkan pengusaha angkutan yang gak ada izinnya. Seperti 1 orang yang punya 40 unit kendaraan yang gak ada izinnya, semacam kendaraan rental," ujarnya.

Sementara itu, Yanuar salah seorang pendengar lain berpendapat, bahwa ada solusi lain selain penerapan kebijakan ini. "Sebetulnya ada solusi lain untuk kemacetan: untuk dealer penjual kendaraan membuat aturan yang ketat untuk pembelian kendaraan."

Pamungkas pendengar lain juga menyatakan setuju mengenai penerapan ganjil-genap namun dengan cara yang lain. "Tujuan setuju tapi caranya kurang setuju karena masih banyak yang harus diperbaiki, bukan cari jalan mudahnya. Kalau diperbaiki bisa lebih lancar. Seperti di Cina, kalau di kota sepi kayak gak ada apa-apa, karena andalannya public transport."

Mengenai transportasi umum, Yusuf Wibisono melalui Twitter e100ss juga mengungkapkan, "Silahkan, asal ketersediaaan transportasi umum memadahi tepat waktu, nyaman, aman dan murah..."

Achnu Arifudin juga menambahkan dengan cuitannya, "Jangan ganjil genap dulu min, parkir2 liar pinggir dalan iku lho ditertibno sek, trus nyiapno kantong parkir + nyiapno moda transportasi umum sg luwih akeh & enak," cuitnya.

Melalui WhatsApp, beberapa pendengar juga menyampaikan bahwa Surabaya dan wilayah di Jawa Timur belum perlu diterapkan sistem ganjil-genap. Seperti yang ditulis Yoram Aplugi, "Masalah macet di Surabaya itu seringkali karena parkir yang tidak pada tempatnya. Ga perlu ada ganjil genap krn pd jam-jam pagi/sore memang macet tpi kn masih bisa bergerak dan masih banyak jl alternatif kok," ungkapnya.

Abdul Mutolib juga mengatakan, bahwa kebijakan ini yang telah diterapkan di daerah lain belum tentu sesuai dengan perilaku pengendara di daerah Jawa Timur. "Ganjil genab sy ga setuju utk jatim,belum waktunya itu surve masyarakat mana kesannya ada yg di untungkAn maaf kesannya dipaksakan cari terobosan lain jangan meniru wilayah lain. Belum tentu kebijakan jkt sama dgn prilaku di jatim trima kasih."

Sementara Candra Irawan berpendapat, penerapan sistem ganjil-genap tidak akan berjalan baik jika tidak mengubah cara berkendara. "Soal gnjil genap saya krng setuju...prcuma gnjil genap kalo cara berkendara kt gk tertip...jd yg hrus dirubah cara kt berkendara di jln raya bukan cara kt mengurangi kendaraan di jln." (nin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 4
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.