KELANA KOTA

Satu Jenazah Korban KKB di Papua Ditemukan Lagi

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 09 Desember 2018 | 17:47 WIB
Prajurit TNI AD bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Tim gabungan TNI dan Kepolisian Indonesia yang bertugas dalam operasi pencarian lima karyawan PT Istaka menemukan satu jenazah di sekitar kawasan Gunung Tabo, Distrik Yall, Kabupaten Nduga.

Kolonel Infantri Binsar Sianipar Komandan Korem 172/PVY mengatakan, korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal jenazah lain ditemukan. Namun lokasi itu cukup sulit dicapai. Dugaannya, saat penembakan terjadi korban lari ke arah kanan titik acuan.

"Jenazah yang belum dipastikan identitasnya itu hingga kini belum dibawa dari Mbua, namun sudah berada di pinggir jalan sehingga memudahkan anggota untuk mengevakuasi," kata Sianipar dilansir Antara, Minggu (9/12/2018). Dia menambahkan, evakuasi jenazah akan dilakukan Senin (10/12/2018).

Dengan begitu, hingga saat ini masih ada empat karyawan PT Istaka yang belum ditemukan. "Operasi pencarian akan terus dilakukan hingga kelimanya ditemukan," kata Sianipar. Operasi ini tidak berbatas waktu sehingga aparat keamanan akan mencari hingga mereka ditemukan.

Sampai saat ini, jenazah korban pembantaian oleh kelompok kombatan (sipil bersenjata api) yang disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu tercatat 18 orang meninggal terdiri dari 17 warga sipil dan satu anggota TNI AD.

Kelompok kombatan KKSB yang dipimpin Egianus Kogoya, Minggu (2/12/2018), membunuh 17 karyawan PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan di Distrik Yall.

Pembunuhan itu diawali dengan menggiring 25 karyawan dari 28 orang dari camp mereka, karena tiga rekannya sedang menghadiri acara bakar batu.

Tujuh orang berhasil melarikan diri dan diamankan aparat keamanan di sekitar Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.(ant/tin)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.