KELANA KOTA

Gunung Anak Krakatau Alami 31 Kegempaan Letusan

Laporan Agustina Suminar | Senin, 10 Desember 2018 | 09:58 WIB
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (19/7/2018). Sejak pukul Rabu (18/7/2018) sore hingga Kamis (19/7/2018) pagi tercatat jumlah letusan mencapai 117 kali yang disertai asap kawah dan lontaran batu. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami 31 kali kegempaan letusan sepanjang pengamatan Minggu (9/12/2018) hingga Senin dini hari.

Gunung di tengah laut itu teramati empat kali mengalami letusan dengan tinggi 200-700 meter dengan warna asap hitam.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dilansir Antara, Senin (10/12/2018), meneruskan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau oleh Jumono, staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 9 Desember 2018 pukul 00.00 sampai 24.00 WIB, visual gunung jelas hingga kabut 0-III.

Visual pada malam hari dari CCTV teramati sinar api dan lontaran lava pijar tinggi sekitar 100-200 meter ke segala arah. Ombak laut tenang.

Laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau sepanjang pengamatan itu, mengalami Kegempaan Letusan 31 kali, amplitudo 45-58 mm, durasi 48-465 detik. Embusan 25 kali, amplitudo 6-48 mm, durasi 15-143 detik. Tremor Harmonik 69 kali, amplitudo 6-57 mm, durasi 16-810 detik. Vulkanik Dangkal 45 kali, amplitudo 5-37 mm, durasi 4-18 detik. Vulkanik Dalam 10 kali, amplitudo 35-56 mm, S-P 1-2,6 detik, durasi 14-41 detik. Tremor Menerus amplitudo 1-25 dominan 3 mm.

Gunung api di dalam laut dengan kedalaman 338 meter dari permukaan laut (mdpl) ini selama pengamatan cuaca cerah dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 26-31 derajat Celsius, kelembapan udara 66-87 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada) sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer (km) dari kawah.(ant/tin)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.