KELANA KOTA

Imbauan Gubernur Jatim Agar Masyarakat Waspada Bencana

Laporan Denza Perdana | Selasa, 11 Desember 2018 | 16:05 WIB
Soekarwo Gubernur Jawa Timur. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengimbau seluruh warga di Jawa Timur agar mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor. Imbauan ini tertuang dalam surat edaran Gubernur.

Gubernur mengimbau masyarakat lewat bupati/wali kota se-Jatim melalui surat edaran nomor 360/1770/208.3/2018 tertanggal 23 November 2018. Demikian keterangan pers yang didapat suarasurabaya.net, Selasa (11/12/2018).

Imbauan itu secara khusus perihal kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan 2018/2019 menindaklanjuti surat dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Juanda Surabaya tanggal 15 Oktober 2018.

Di dalam surat nernomor KT.304/1078/MJUD/X/2018 BMKG menyampaikan perkiraan kondisi Iklim bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019 dan awal musim hujan 2018/2019.

Kondisi Cuaca untuk di bulan Desember diprakirakan akumulasi curah hujan berkisar 51-500 mm. BMKG mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang bisa mengkibatkan banjir dan longsor.

Sementara, untuk Januari 2019, sebagian besar wilayah di Jatim akan memasuki puncak musim penghujan dengan prakiraan akumulasi curah hujan berkisar antara 201-500 mm.

Perlu juga diwaspadai, cuaca hujan sangat lebat disertai angin kencang puting beliung dengan kecepatan 63 kilometer per jam berdurasi 5-15 menit berpotensi terjadi pada Desember akibat masa transisi musim kemarau ke musim penghujan.

Sehubungan potensi bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan banjir rob, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo mengingatkan agar bupati/wali kota se-Jatim mengambil langkah-langkah upaya penting.

Beberapa di antaranya membuat surat pernyataan siaga darurat, menetapkan masa siaga darurat serta tanggap darurat banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan rob sesuai kebutuhan.

Selain itu dia mengingatkan perlunya koordinasi dan kerja sama antar-OPD untuk mengoptimalkan peran dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan membentuk Pos Siaga Bencana dari lintas sektor melibatkan TNI/Polri dan seluruh lapisan masyarakat.(den/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA