KELANA KOTA

Terhanyut dalam Hifdzil Quran Dua Bocah Yatim di ISEF 2018

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 11 Desember 2018 | 20:52 WIB
Peserta ISEF 2018 berebut mengabadikan Hifdzil Quran Dua Bocah Yatim. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ada yang menarik dan menenangkan hati sebelum penyelenggaraan Opening Ceremony Indonesia Shari'a Economic Festival 2018 di Surabaya pada Selasa (11/12/2018). Panggung ISEF 2018 dibuat haru dan damai dengan kehadiran dua bocah hebat yang melakukan Hifdzil Quran atau membaca hafalan Quran.

Mereka adalah Kamil Ramadhan dan Muhammad Ghazali Akbar. Dua bocah yatim asal Jawa Tengah ini sukses membuat peserta Opening Ceremony ISEF 2018 terdiam dan terhanyut dalam lanjutan ayat suci Alquran yang begitu merdu.

Beberapa orang memilih mengabadikan Hifdzil Quran tersebut dengan merekamnya dan mengunggahnya ke media sosial mereka. Terlihat, puluhan ponsel terlihat diangkat untuk mengabadikan momen indah tersebut.

Kamil Ramadhan adalah seorang santri cilik dari Pesantren de Muttaqin. Ia tercatat berhasil menghapal 30 Juz dalam waktu 6.5 bulan. Sebelumnya ia sering mendapat tantangan membaca ayat suci Alquran hingga 100 halaman yang sudah ditentukan. Ia juga tercatat berhasil menghapal 500 hadist beserta rawinya.

Kamil pernah mengalami masa-masa sulit. Ayahnya meninggal ketika dirinya belum berusia 2 tahun dan menjadi Yatim. Ia bahkan pernah menjadi pengemis untuk membantu biaya sekolah kakaknya.

Kisah yang tak jauh berbeda juga terjadi pada Muhammad Ghazali Akbar yang biasa dipanggil Ahmad. Santri pesantren de Muttaqin ini juga seorang Yatim. Ia lahir di Tegal, Jawa Tengah. Tak jauh beda, ia berhasil menghapal Alquran dalam waktu 8.5 bulan.

Namun, meski pada usia dini mereka sudah menjadi Yatim, keahlian membaca hafalan Alquran mereka telah diganjar tepuk tangan meriah para hadirin ISEF 2018 di Surabaya. Pada forum ini pula, hadir Soekarwo Gubernur Jawa Timur, Darmin Nasution Menko Bidang Perekonomian, dan Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia. Tokoh-tokoh inipun tak lupa mengumbar tepuk tangannya pada dua bocah penghapal Alquran tersebut. (bas/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.