KELANA KOTA

Truk Gandeng Patah As di Lawang, Lalin Macet Dua Arah Hingga Malam

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 14 Desember 2018 | 20:03 WIB
Kemacetan panjang di jalan raya Malang arah Surabaya, tepatnya di sekitar pasar Lawang, Jumat (14/12/2018) malam, akibat truk yang bermasalah sejak pagi hari. Foto: Djoko Dwi via E100
suarasurabaya.net - Truk gandeng bermuatan kayu yang mogok di jalan raya Malang arah Surabaya, tepatnya di sekitar pasar Lawang, Jumat (14/12/2018) pagi, menyebabkan kemacetan panjang hingga malam hari.

Menurut Ipda Hariono Kanit Lantas Polsek Lawang, truk bermuatan penuh itu mengalami patah as roda bagian belakang. Sehingga truk tersebut tidak memungkinikan dilakukan evakuasi.

"Itu kan ada muatan kayu, yang as roda bagian kiri belakang itu putus, jadi agak sulit (evakuasi, red)," katanya.

Petugas kepolisian meminta agar pengemudi truk mendatangkan teknisi untuk memperbaiki as roda belakang. Hingga kemudian sekitar pukul 16.00 WIB teknisi telah datang dan memperbaiki kerusakan truk, dan pada pukul 20.00 WIB, perbaikan telah selesai. Truk tersebut segera bisa bergerak melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.

"Sudah terpasang roda dan asnya sekitar pukul 8 malam, sebentar lagi akan bergerak menuju Surabaya," ujarnya.

Mengenai kemacetan panjang yang sempat terjadi hingga Karanglo, Pasuruan, menurutnya, dikarenakan petugas mengatur kendaraan dari dua lajur agar bergerak secara bergantian dengan satu lajur.

"Lalu lintas dengan sendirinya akan terurai di dua lajur, karena yang membuat tersendat petugas mengatur satu lajur bergerak bergantian," kata Ipda Hariono.

Sekedar diketahui, sekitar pukul 19.00 WIB, salah satu netter E100 sempat mengabarkan kemacetan masih terjadi di sekitar lokasi sejak pagi hari tadi.

"Lawang dua arah padat, truk yang patah as arah Surabaya yang sejak pagi tadi masih proses perbaikan," tulisnya. (tin/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.