KELANA KOTA

Pemasangan Girder di Randu Merak Paiton Masih Terkendala

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 15 Desember 2018 | 07:33 WIB
Dishub dan Petugas Satlantas sedang memasang rambu pengalihan jalur. Foto: Radarbromo
suarasurabaya.net - Akibat ginder di Jembatan Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo masih belum terpasang, akibatnya arus lalu lintas di jalan pantura Surabaya-Banyuwangi masih terkendala.

Menurut AKP Ega Prayudi Kasatlantas Polres Probolinggo kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (15/12/2018), alasan masih belum terpasangnya girder dikarenakan tanah yang menjadi tumpuan alat berat masih belum kuat.

"Karena kendala tanah atau pijakan ternyata tidak mampu menopang alat berat tersebut, sehingga masih fokus mengeraskan (menguatkan, red)," ujarnya.

Namun menurutnya, kontraktor mengusahakan hari ini melakukan penguatan tanah, sehingga enam girder dapat segera dipasang.

Jalur pantura Surabaya-Banyuwangi ini sendiri tidak hanya ramai di akhir pekan, namun di hari biasa juga cukup padat lalu lintasnya. Sehingga, lanjut AKP Ega, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan mengupayakan jalur alternatif untuk kendaraan bermotor dan mobil.

Sesuai infomasi awal, penutupan sebenarnya akan dilakukan pada tanggal 12-13 Desember, lalu mundur menjadi tanggal 13-14 Desember. Namun kenyataannya, hingga saat ini jalur masih belum ditutup karena menunggu kedatangan alat berat yang ada di lokasi.

"Namun untuk saat ini belum kami tutup, mungkin nanti kalau alat berat sudah bergerak ke lokasi baru kami akan menutup jalur," tambahnya.

Meskipun begitu, AKP Ega menegaskan bahwa para pengendara tidak perlu khawatir untuk melewati jalur Randu Merak karena di sana telah dipasang rambu-rambu petunjuk dan anggota kepolisian di lokasi.

"Jangan takut karena sudah kami beri rambu-rambu dan ada anggota di lokasi yang akan akan membantu kelancaran arus," ujarnya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.