KELANA KOTA

Ditabrak Truk Tronton, Satu Pengendara Motor Meninggal

Laporan Agustina Suminar | Senin, 17 Desember 2018 | 08:35 WIB
Satu pengendara motor meninggal dunia setelah ditabrak truk tronton di depan pos polisi Sepanjang, tepatnya menjelang traffic light Geluran, Sidoarjo, Senin (17/12/2018). Foto: @amiekiam via Twitter
suarasurabaya.net - Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah ditabrak truk tronton di depan pos polisi Sepanjang, tepatnya menjelang traffic light Geluran, Sidoarjo, Senin (17/12/2018) pagi.

Dalam kejadian ini, polisi tidak menemukan identitas diri lain selain kartu pemilih dengan nomor pemilih 3578 0500 0201 5003 atas nama Sutrisno, yang beralamat di Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

Sayangnya, saat dikonfirmasi ke alamat tersebut, ternyata nama yang tertera di kartu pemilih sudah pindah dan belum diketahui alamat terbaru.

"Kami belum memastikan pasti apakah itu benar korban, yang pasti didalam diri korban ditemukan data pemilih itu. Kami sudah memastikan ke ketua RT setempat katanya sudah pindah, setelah ini masih kita cari alamatnya, katanya tidak jauh dari sana," kata Iptu Sugeng Kanit Lantas Polsek Taman saat dihubungi suarasurabaya.net.


Dugaan kronologi kecelakaan untuk sementara, lanjut Iptu Sugeng, pengendara motor Supra bernopol W 2192 WX dan truk tronton bernopol DK 8007 (nomor belakang belum diketahui, red) sama-sama berjalan dari arah barat ke timur. Namun saat berada di pertigaan lampu merah dekat pos polisi sepanjang, truk tidak bisa mengendalikan kendaraan untuk berhenti seketika saat lampu merah, dan akhirnya menabrak motor yang ada di depannya.

Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Siti Khodijah, sedangkan sopir truk sudah diamankan untuk dimintai keterangan.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian.(tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.