KELANA KOTA

DPRD Tuding Ada Permainan Izin, Pemkot Tegaskan Perizinan Sesuai Prosedur

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 19 Desember 2018 | 13:07 WIB
Eri Cahyadi Kepala Bappeko Kota Surabaya (kiri) dan Armuji Ketua DPRD Kota Surabaya. Foto: Baskoro dan Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Armuji Ketua DPRD Kota Surabaya menduga ada permainan anak pejabat Pemkot Surabaya terkait perizinan proyek pembangunan perluasan basement RS Siloam di Jl Raya Gubeng.

Menurut Armuji, bangunan yang menggunakan basement biasanya lama perizinannya, tapi ini sangat singkat sekali.

"Ada permainan izin yang diindikasikan dilakukan oleh anak pejabat Pemkot Surabaya. Ini harus diselidiki, ini bukan sekadar isu tapi sudah umum di kalangan Pemkot," kata Armuji, saat sidak di lokasi, Rabu (19/13/2018).

Terkait kejadian ini, DPRD Surabaya akan meminta klarifikasi dari kontraktor, konsultan perencanaan, pengawas Pemerintah Kota, dan yang mengeluarkan izin. "Jangan sampai pekerjaan yang di sebelah kantor saya ada juga terjadi serupa, di sana juga ada basement," katanya.


Menanggapi hal ini, Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya menegaskan, proses perizinan IMB telah dilakukan hampir dua tahun lebih.

Untuk pengeluaran izin itu, kata Eri, merujuk pada Undang-Undang Nomor 28 tentang Bangunan Gedung, bahwa semua bangunan gedung tinggi harus mendapat persetujuan dari tim ahli bangunan gedung.

"Jadi ini sudah dicek strukturnya, Amdalnya, mekanik enginering, dan kekuatannya. Setelah selesai baru dikeluarkan izin," kata Eri.

Menurut Eri, dari kejadian ini pihak Pemkot Surabaya menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Labfor Mabes Polri untuk menyelidiki apakah pembangunan di lapangan sesuai dengan perizinan yang dikeluarkan. Apakah pelaksanaan sudah sesuai.

"Kami menyerahkan penyidikan pada Labfor Mabes Polri. Proyek ini pengawasannya dari Swasta. Kalau pengawasan dari Pemkot itu berlaku bagi proyek gedung yang menggunakan APBD," katanya.

Eri juga mengelak bahwa perizinan baru dikeluarkan tahun 2017 sementara pembangunannya lebih dulu dimulai tahun 2015.

"Sudah izin, tahun 2015 sudah ada izin struktur bawah, lalu ada izin struktur atas . Yang bawah sudah keluar lama," kata Eri. (bid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.