KELANA KOTA

Kenali Surabaya, SHT Gelar Napak Tilas Kampung Keraton

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 19 Desember 2018 | 15:32 WIB
fleyr
suarasurabaya.net - Di Kota Surabaya, perkampungan adalah bagian penting dari eksistensi sebuah kota. Denyut kehidupan Surabaya ditengarai bermula dari sepanjang Kalimas, seperti tercantum pada peta abad ke 9.

Hal itu ditunjukkan adanya pelabuhan kuno bernama Dadungan di hilir Kalimas dan diperkuat dengan penyebutan kata curabhaya yang berlokasi di ujung Utara Jawa Timur pada Prasasti Trowulan 1 dan Prasasti Canggu.

Pada abad 16 Surabaya merupakan sebuah kadipaten yang telah menjalankan fungsi ideologis, administratif, politik, dan ekonomi secara dominan dibanding daerah lain di sekitarnya.

Penataan tata kota diperlakukan selayaknya sebuah organisme hidup sesuai pola kosmologi Jawa sehingga mencetak perkampungan dengan posisi yang disesuaikan berdasarkan fungsi serta aktifitas penduduk yang menghuninya.


Di tahun 1625 Mataram melakukan serangkaian serangan ke Surabaya, dan lebih dari satu abad kemudian, Belanda mengambil alih kekuasaan Surabaya dari Mataram setelah adanya perjanjian politik dengan Pakubuwono II pada tahun 1743.

Hal ini memicu terjadinya perubahan struktur perkampungan dan hilangnya bukti arkeologis keraton secara berangsur-angsur.

Melalui program tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT); Napak Tilas Kampung Keraton yang digelar Kamis (13/12/2018) hingga Rabu (16/1/2019) trackers diajak menelusuri sejarah kampung pada masa keraton Surabaya dengan mengunjungi tempat bersejarah terkait, yakni Kampung Keraton, Kampung Bubutan, dan Kampung Lawas Maspati.

Dengan arti Menelusui Jejak Warisan Surabaya, program SHT diluncurkan di tahun 2009 dengan konsep tur keliling kota menggunakan bis bermodel kereta trem yang pernah berjalan di Surabaya tempo dulu.

Tracker (penumpang bis) dapat menikmati dan mengenal sejarah bangunan-bangunan cagar budaya, sejarah kota Surabaya yang terkenal sebagai kota pahlawan, kisah Babad Surabaya, serta kekayaan ragam budaya khas Arek yang menjadi ciri khas Surabaya.

"Peserta bisa mendaftarkan terlebih dahulu untuk mengikuti program ini. Kali ini program yang dipilih bertema: Napak Tilas Kampung Keraton memang mengajak peserta mengenali kampung-kampung di Surabaya," terang Retno Dina Setyarini, Rabu (19/12/2018).(tok/edy)
Editor: Eddy Prastyo



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.