KELANA KOTA

RSGM Unair Berhasil Melakukan Operasi Bedah Rahang Pertama

Laporan Denza Perdana | Jumat, 11 Januari 2019 | 13:22 WIB
Ilustrasi penanganan gangguan gigi dan mulut di RSGM Unair, Jumat (11/1/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pada 26 Desember 2018 lalu, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya berhasil melakukan operasi bedah rahang (ortognatik) pertama.

Operasi bedah rahang terhadap pasien laki-laki berusia 18 tahun itu diklaim menjadi yang pertama kali dilakukan di RSGM yang ada di seluruh Indonesia, dan diklaim berhasil.

Prof. drg. Coen Pramono Direktur RSGM Unair menjelaskan, pasien yang tidak berkenan identitasnya disebutkan itu awalnya mengalami beberapa keluhan akibat kelainan rahangnya.


drg. Coen Direktur RSGM. Foto: Denza suarasurabaya.net


Pasien mengeluhkan nyeri sendi pada rahangnya. Tidak hanya itu, dia juga kesulitan menutup mulut sehingga selama bertahun-tahun dia terpaksa bernapas lewat mulut.

Dampak serius akibat kelainan rahang yang dialami pasien ini adalah gangguan pengunyahan makanan yang pada akhirnya mengakibatkan gangguan pencernaan.

Pasien bersangkutan juga mengeluhkan krisis kepercayaan diri karena kondisi fisik wajahnya yang tidak sempurna akibat kelainan tersebut.

Dari semua keluhan itu, kata drg. Coen, tujuan utama operasi bedah rahang di RSGM itu adalah memperbaiki kelainan rahang atas dan bawah (maloklusi) yang menggangu fungsi kunyah.

"Ternyata, secara simultan operasi ini memperbaiki bentuk wajah, yang tadinya (maaf,red) menceng, menjadi harmonis. Pasien menjadi lebih ganteng," katanya di RSGM Unair, Jumat (11/1/2019).

Operasi bedah rahang pertama yang dilakukan oleh tim dokter spesialis ortodonsi, anastesi, dan tim keperawatan RSGM Unair itu berlangsung antara 5-6 jam.

Setelah operasi, pasien menjalani rawat inap selama kurang lebih seminggu. Proses penyembuhan pasien, kata drg. Coen, membutuhkan waktu antara 1,5 bulan sampai 3 bulan.

Keberhasilan operasi bedah rahang ini menjadi sejarah bagi RSGM Unair dan menumbuhkan kepercayaan diri rumah sakit pendidikan itu. Setelah ini, RSGM akan mulai menerima pasien dengan kasus sulit.

Kedokteran Gigi Unair, kata drg. Coen, sebenarnya sudah beberapa kali melakukan operasi pemotongan rahang pada kasus-kasus tumor rahang. Namun, selama ini operasi itu dilakukan di luar RSGM.

"Operasi pemotongan rahang menggantinya dengan tulang rusuk atau tulang pinggul, keberhasilannya 100 persen. Tapi kami melakukannya di luar. Mudah-mudahan bulan depan kami (RSGM) akan mulai melakukan operasi tumor pada rahang," ujarnya.

Adapun biaya atau tarif yang diterapkan kepada pasien yang menjalani operasi ortognatik di RSGM diklaim jauh lebih murah dibandingkan dengan di RS di Singapura.

"Di Singapura operasi seperti ini bisa mencapai Rp500 juta sampai Rp750 juta. Di sini seratus (Rp100 juta) termasuk rawat inapnya. Karena kami non profit, tarif itu untuk membiayai obat-obatan saja," ujarnya.

Sebagai RS pendidikan, RSGM Unair, menurut drg. Coen memang fokus pada pengembangan pendidikan kedokteran gigi. Semua tindakan di rumah sakit itu didedikasikan untuk tujuan tersebut.(den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.