KELANA KOTA

Kubah Masjid Terbang, Tersapu Dahsyatnya Angin Puting Beliung di Glagah Lamongan

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 12 Januari 2019 | 16:43 WIB
Puluhan rumah di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, hancur akibat angin puting beliung, Sabtu (12/1/2019). Foto: Netter E100
suarasurabaya.net - Puluhan rumah di Desa Glagah dan Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, rusak parah akibat angin puting beliung yang menyapu daerah tersebut sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (12/1/2019).

Tidak hanya rumah, bahkan sekolah, kantor, pondok pesantren hingga tenda pernikahan warga di desa tersebut ikut roboh diterjang angin puting beliung.

Wahyu Anang salah seorang warga sekitar yang ikut terdampak mengatakan, beberapa bangunan di Desa Glagah sudah rata dengan tanah. Begitu juga bangunan di desa Margoanyar juga mengalami kerusakan parah.

"Di Dusun Margorukun, Desa Margoanyar, bahkan ada kubah masjidnya terbang. Di desa Glagah beberapa bangunan sudah rata dengan tanah. Tempat sekolah, apotik dan lain-lain itu lumayan parah, asbesnya masuk kelas, perpustakaan juga basah," kata Wahyu Anang kepada Radio Suara Surabaya.

Sedangkan untuk kerusakan rumah, menurutnya yang mengalami kerusakan parah kebanyakan adalah rumah yang berada di tepi tambak atau sungai, mengingat di desa Glagah masih banyak terdapat tambak.

"Yang parah (rumah, red) tepi tambak atau sungai, di Glagah kan banyak tambak juga. Nah persis di depan, samping kanan kiri rumah saya ada yang separuh rumah habis, ada yang terasnya aja, ada yang asbesnya hilang entah kemana," tambahnya.

Saat ini, beberapa petugas BPBD Lamongan beserta warga bergotong-royong memotong dan mengevakuasi pohon tumbang. Ini mengingat banyaknya pohon tumbang dalam posisi melintang menutup jalan. Sehingga banyak pengguna jalan yang terjebak karena jalan masih belum bisa dilewati.

Wahyu Anang juga menambahkan, para korban yang ada di Puskesmas Glagah banyak yang memilih berada di luar Puskesmas karena masih mengalami trauma jika berada di dalam puskesmas.

"Korban yang ada di puskesmas banyak yang tidak masuk, karena yang didalam puskesmas juga takut," tambahnya.

Besarnya angin puting beliung di daerah tersebut bahkan dapat mematahkan pohon asam, pohon jati, hingga pepohonan di sekitar jalan.(tin/bid)

Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.