KELANA KOTA

Yayasan Puteri Indonesia Buka Suara Soal Prostitusi Daring

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 12 Januari 2019 | 19:49 WIB
Screen capture keterangan resmi Yayasan Puteri Indonesia. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Yayasan Puteri Indonesia buka suara mengenai pernyataan Kepolisian Daerah Jawa Timur bahwa dua finalis kontes kecantikan itu diduga terlibat dalam prostitusi daring.

Irjen Pol Luki Hermawan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, 11 Januari kemarin, mengungkapkan dua finalis Puteri Indonesia terlibat dalam 45 artis dan 100-an model yang dikendalikan germo ES dan TN.

Luki mengatakan mereka adalah finalis Puteri Indonesia pada 2016 dan 2017.

Menanggapi hal tersebut, Mega Angkasa, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia, mengunggah pernyataan resmi di akun Instagramnya, Sabtu (12/1/2019).

Dia menulis Yayasan Puteri Indonesia (YPI) telah memecat Fatya Ginanjarsari, finalis Kalimantan Utara 2017 tahun lalu karena melanggar kontrak finalis Puteri Indonesia yaitu mengikuti ajang internasional tanpa izin YPI.

Sementara itu, finalis Jambi 2016, Maulia Lestari, disebut mulai hari ini bukan lagi bagian dari keluarga besar YPI. Kontraknya telah berakhir sejak Maret 2018.

Keduanya tidak diizinkan menggunakan atribut finalis Puteri Indonesia untuk kepentingan apa pun, tulis Mega.

"Atas hal-hal yang merugikan nama baik YPI, pihak YPI berhak untuk melakukan tindakan hukum terkait dengan pencemaran nama baik YPI," tulis dia seperti dilansir Antara. (ant/dim)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.