KELANA KOTA

Mayat Perempuan Ditemukan Dalam Tong, Diduga Korban Pembunuhan

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 17 Januari 2019 | 12:22 WIB
Tong sampah berisi mayat perempuan yang ditemukan pemulung di Jalan Romokalisari, Perbatasan Surabaya-Gresik, Kamis (17/1/2019). Foto: Ali via @e100ss.
suarasurabaya.net - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan warga di Jalan Raya Romokalisari perbatasan Surabaya-Gresik depan PT. Maspion 4, Kamis (17/1/2019). Mayat perempuan ini ditemukan di dalam tong plastik dan terbungkus kain sprei warna putih.

Saat dikonfirmasi, AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya membenarkan penemuan mayat tersebut. Dugaan sementara, mayat tanpa identitas ini adalah korban pembunuhan.

"Iya benar. Diduga korban dari pembunuhan," kata AKBP Sudamiran, kepada suarasurabaya.net.

Ketika ditemukan, jenazah masih memakai pakaian lengkap dengan celana jeans berwarna hitam dan kaos berwarna orange. Tubuhnya agak gemuk dengan tinggi sekitar 160 cm.


"Untuk umur sekitar 30 tahun, tapi masih belum dipastikan," lanjutnya.

Jenazah kemudian dibawa ke Ruang Mayat RSUD Dr. Soetomo untuk kemudian dilakukan autopsi.

Lebih lanjut, penemuan mayat ini berdasarkan laporan dari warga setempat yang diterima oleh Polsek Benowo sekitar pukul 07.33 WIB. Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang hendak mengambil tong plastik, yang dikiranya berisi sampah.

Saat berada di seberang PT Maspion 4 Romokalisari, saksi sudah mencium bau busuk. Kemudian setelah tong tersebut dibuka, dia mendapati mayat tersebut dibungkus kain putih.

"Pasca kejadian itu, yang bersangkutan langsung melapor ke jajaran kami," katanya.

AKBP Sudamiran menambahkan, saat ini pihaknya telah mengerahkan anggotanya di TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Anggota kami sudah bergerak ke lapangan untuk melakukan penyelidikan," imbuhnya. (ang/wil/ipg)

Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.