KELANA KOTA

Panda Merah Pertama Indonesia Lahir di Bogor

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 18 Januari 2019 | 20:57 WIB
Bayi Panda Merah yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor. Foto: Twitter Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
suarasurabaya.net - Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia (TSI) di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (17/1/2019) pukul 06.30 WIB menyambut kelahiran bayi panda merah (Ailurus fulgens) pertama di Indonesia.

"Belum bisa tahu jenis kelaminnya, masih dijaga terus sama induknya," kata Wiratno Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, dilansir Antara, Jumat (18/1/2019) mengenai bayi panda merah yang baru lahir itu.

Wiratno juga membagikan informasi dari Jansen Manansang Direktur Taman Safari Indonesia yang menyebutkan bahwa bayi panda merah itu anak dari induk bernama Xing Xing (8) dan panda jantan bernama Bai Bai (9), yang tiba di Indonesia pada 13 Oktober 2017 dari Guangzhou, China.

Taman Safari Indonesia, menurut Jansen, mengupayakan perkembangbiakan panda itu dengan melakukan penjodohan, pengamatan perilaku perkawinan dan pemantauan status reproduksi induk melalui pemeriksaan ultrasonografi.


Keberhasilan perkembangbiakan panda merah itu besar artinya bagi konservasi satwa tersebut karena panda merah termasuk satwa yang yang dilindungi dan masuk dalam daftar spesies terancam punah dalam Daftar Merah lembaga konservasi internasional IUCN.

Populasi panda merah di alam terus mengalami penurunan karena ada perburuan liar, baik dalam kondisi hidup maupun mati, serta hilangnya habitat dan banyaknya intervensi manusia dalam kawasan hutan.

Saat ini, menurut Jansen, bayi Ailurus fulgens yang berada dalam pengawasan perawat satwa dan dokter hewan tampak cukup aktif. Bayi panda itu menyusu pada induknya, yang terlihat menyayangi bayinya.

"Semoga bayi panda merah ini sehat sampai dewasa," kata Jansen. (ant/wil/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.