KELANA KOTA

Retak, Tim Mitigasi Minta Penimbunan Basement Raya Gubeng Dituntaskan

Laporan Agustina Suminar | Senin, 21 Januari 2019 | 09:30 WIB
Kondisi keretakan lereng badan jalan pada sisi barat Jalan Raya Gubeng Surabaya, Sabtu (19/1/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Prediksi tim mitigasi bahwa akan terjadi keretakan di badan jalan hasil rekonstruksi Jalan Raya Gubeng Surabaya, akhirnya menjadi kenyataan.

Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya dalam siaran persnya, Minggu (20/1/2019), menjelaskan bahwa keretakan di badan jalan disebabkan upaya penggalian tanah untuk mencari barang bukti, ditambah hujan yang terus mengguyur Surabaya beberapa hari terakhir.

"Pada hari Senin tanggal 14 Januari 2019, mulai nampak keretakan pada Jalan Raya Gubeng Surabaya sisi barat. Keretakan tersebut berawal dari keretakan lereng badan jalan sisi barat Jalan Raya Gubeng Surabaya," kata Wahyu P Kuswanda berdasarkan keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net

Sehingga, pada Sabtu (19/1/2019), area galian tanah seluas 5m x 5m untuk keperluan pencarian barang bukti tertutup dengan genangan air hujan.


Kondisi area galian 5m x 5m tertutup genangan air tanggal 19 Januari 2019. Foto: Istimewa

Menurutnya, stabilitas badan jalan dinyatakan aman apabila kemiringan lereng timbunan tanah mencapai 1:2 atau maksimal 30 derajat. Jika belum tercapai, maka pihaknya akan melakukan pemasangan SSP atau steel sheet pile. Selain itu, saluran jalan akan dibuat kedap air dengan melapisi lembaran geomembrane pada saluran beton pra cetak.


Kondisi penutupan keretakan jalan tanggal 19 Januari 2019. Foto: Istimewa

Padahal hingga saat ini, proses penimbunan kembali galian basement telah mencapai kemajuan sekitar 75 persen. Namun, penggalian tanah untuk mencari barang bukti masih dihentikan sementara karena kondisi tanah yang masih belum sabil.

"Oleh sebab itu Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui surat Nomor : Bk.0303-Dk/17 tertanggal 11 Januari 2019 memberikan rekomendasi kepada PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. agar sesegera mungkin melakukan penimbunan kembali sesuai dengan kaidah teknis. Penggalian tanah untuk mencari barang-bukti dapat dilakukan jika kestabilan tanah telah tercapai," tulisnya.

Sebelum lahan basement ditimbun kembali, secara teknis pengerjaan rekonstruksi saluran drainase kota dan jalur pedestrian sisi barat Jalan Raya Gubeng Surabaya belum dapat dimulai.(tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.