KELANA KOTA

Cuaca Buruk, Syahbandar Tanjung Perak Larang Kapal Berlayar

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 22 Januari 2019 | 17:56 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net.
suarasurabaya.net - Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan larangan berlayar untuk seluruh nahkoda kapal. Hal ini menindaklanjuti cuaca buruk, angin kencang, dan gelombang tinggi yang terjadi di daerah perairan Laut Jawa.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi gelombang lautnya saat ini mencapai 1,5 meter hingga 3 meter. Sehingga, kondisi ini kurang aman untuk berlayar, khususnya kapal-kapal yang berukuran kecil.

Dwi Budi Sutrisno Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak mengatakan, larangan ini akan berlaku sampai dengan BMKG menginformasikan bahwa kondisi cuaca sudah dinyatakan aman dan kembali normal.

"Demi keselamatan dan keamanan, kami mengimbau kapal-kapal agar menunda pelayarannya dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi dan angin kencang," kata Dwi, Selasa (22/1/2019).

Akibat cuaca buruk ini, kata dia, ada beberapa kapal penumpang dan kapal pengangkut barang yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dwi menjelaskan, kapal-kapal yang ditunda keberangkatannya ini merupakan kapal penumpang jenis Ferry berukuran kurang dari 3.000 gross tonnage (GT).

Kapal perintis dan kapal pengangkut barang yang berukuran kurang dari 1.000 GT, juga tidak diperbolehkan untuk berlayar.

Meski demikian, ada beberapa kapal yang berukuran lebih dari 3.000 GT tidak diperbolehkan berlayar. Hal ini dimaksudkan agar penumpang tetap aman dan nyaman selama di perjalanan.

"Khusus untuk kapal penumpang dari PT. Pelni ada yang tetap berangkat. Karena ukurannya besar dan dinilai aman," kata dia.

Adapun kapal yang terdampak atau ditunda keberangkatannya, yaitu kapal tujuan Sampit, Kumai, dan Banjarmasin. Kapal perintis tujuan Kepulauan Madura, juga tidak diperbolehkan berlayar.

Sementara itu, Taufiq Hermawan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Perak mengatakan, saat ini ketinggian gelombang di Laut Jawa bagian timur dan Perairan Kangean mencapai enam meter. Sedangkan gelombang laut mencapai empat meter di Perairan Masalembu dan Bawean.

Untuk kondisi angin di Laut Jawa mencapai 35 knot atau 65 kilometer per jam. Diprediksi, cuaca buruk ini akan berlangsung sampai Februari mendatang.

"Januari-Februari masih berpeluang terjadi cuaca buruk. Karena bulan Januari-Februari kita berada pada puncak musim penghujan," jelasnya. (ang/wil)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.