KELANA KOTA

Bertemu Presiden, Nelayan Asal Lamongan Minta Cantrang Dilegalkan

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 22 Januari 2019 | 19:52 WIB
Joko Widodo Presiden berdiskusi dengan perwakilan nelayan dari berbagai daerah, Selasa (22/1/2019), di Istana Negara, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden, siang hari ini, Selasa (22/1/2019), bersilaturahim dengan perwakilan nelayan seluruh Indonesia.

Sekitar pukul 14.00 WIB, sebanyak 300 orang nelayan dari berbagai daerah, sudah berkumpul di Istana Negara, Jakarta.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan itu, Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan, Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan, dan Teten Masduki Koordinator Staf Khusus.

Pada kesempatan itu, Agus Mulyono Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Jawa Timur, mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dialami nelayan khususnya yang menangkap ikan menggunakan cantrang.

Dia berterima kasih kepada Jokowi yang memperbolehkan nelayan cantrang melaut, setelah Menteri Kelautan dan Perikanan mengeluarkan larangan. Keputusan itu dinilai menghidupkan kembali para nelayan.

"Cantrang melaut lagi, cantrang melaut lagi. Terima kasih Bapak Presiden, berkat SMS yang melarang polisi menangkap nelayan cantrang, rasanya teman-teman ini bernafas, hidup. Perlu diketahui Pak Presiden, berdasarkan studi IPB, cantrang itu ramah lingkungan, tidak merusak," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Maka dari itu, nelayan asal Lamongan tersebut meminta Jokowi menerbitkan peraturan yang melegalkan penggunaan cantrang.

Di depan Presiden, Agus juga menyampaikan sulitnya mengurus izin kapal di era Menteri Susi Pudjiastuti.

"Semenjak Bu Susi Menteri, perizinan lama sekali prosesnya dan tidak keluar izin. Padahal Bapak Presiden mempersilakan kapal melaut, tapi suratnya nggak keluar sampai sekarang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus yang mengaku berprofesi sebagai kepala desa dan nahkoda kapal menambahkan, semua nelayan di Indonesia butuh pembinaan, fasilitas, serta kemudahan mendapatkan bahan bakar kapal.

Mendengar keluhan itu, Jokowi Presiden menegaskan akan menampung aspirasi para nelayan, untuk memperbaiki kebijakan ke depannya.

"Saya sudah nangkap tentang cantrang, tentang tambak, budidaya ikan. Semuanya keluhan-keluhan itu akan dipakai untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan pemerintah," kata Jokowi.

Selain itu, Presiden mengimbau para nelayan memanfaatkan Bank Mikro Nelayan semaksimal mungkin untuk produktivitas. Seperti, untuk budidaya ikan, dan produksi lain seperti pemindang ikan, dan pedagang ikan.

Kemudian, Jokowi minta Menteri Kelautan dan Perikanan meningkatkan peserta asuransi nelayan supaya semakin banyak nelayan yang terlindungi asuransi. (rid/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.