KELANA KOTA
Topeng Cemandi

Ampuh Usir Kompeni Hingga Tolak Bala

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 09 Mei 2013 | 17:01 WIB
suarasurabaya.net - Topeng Cemandi yang ada sejak zaman perang dan bertahan hingga sekarang kerap digunakan sebagai cara ampuh pengusir kompeni atau penjajah pada zaman perang.

Susilo (60) satu diantara pelestari Topeng Cemandi dari Generasi ke-5 saat berbincang dengan suarasurabaya.net, Kamis (9/5/2013) mengatakan, ide awal muncul pembuatan topeng Cemandi ini memang untuk mengusir para penjajah yang mulai berdatangan.

"Kalau para kompeni itu mulai datang ke desa sini langsung topeng dipakai dan ada yang mengiringi dengan musik tujuannya untuk mengusir mereka," kata dia.

Entah kenapa, lanjut dia, cara ini memang ampuh digunakan. Terbukti para kompeni yang datang langsung balik kanan setelah melihat ada beberapa orang yang memakai topeng dan ada iringan musik tradisionalnya.


"Mereka seperti melihat hawa-hawa yang tidak enak sehingga akhirnya mereka langsung pergi dan tidak jadi masuk ke desa kami," ujar dia.

Selain ampuh mengusir kompeni, kata dia, pertunjukan Topeng Cemandi juga kerap digunakan sebagai cara tolak bala. Susilo mengatakan, timnya sering mendapatkan undangan di acara 1 Muharram dan untuk tolak bala.

"Bahkan banyak warga yang meminta untuk menggelar pertunjukan Topeng Cemandi rutin setahun sekali di desa mereka untuk menolk bala," ungkap dia.

Tak hanya persiapan alat dan formasi tim, sebelum pertunjukan Topeng Cemandi digelar, sesajen juga tidak boleh tertinggal.

Kasdi yang bertugas menyiapkan sesajen harus tepat dan tidak boleh ada satu barang pun yang ketinggalan untuk melengkapi unsur sesajen. Mulai dari beberapa bunga, telur, bahan-bahan palawija sampai kemenyan jumlah pakemnya pun harus disiapkan.

"Dulu pernah ada yang tertinggal 1 ternyata pas mulai pertunjukan ada yang kesurupan dan ada yang tiba-tiba suara alat musiknya ini tidak enak untuk dimainkan," kata dia.

Kata dia, ini merupakan satu kepercayaan yang istilahnya sudah menjadi kebiasaan atau tradisi jadi harus dijalankan.

Sampai saat ini pun, undangan dari berbagai pihak terus berdatangan baik itu acara kemanten, acara resmi instansi terkait ataupun acara tradisi yang ada di masyarakat.

Susilo juga mengaku sering mendapatkan tamu mahasiswa yang akan belajar kesenian Topeng Cemandi ataupun melakukan penelitian. (dwi/edy)

Teks Foto :
- Susilo saat memperagakan memakai topeng Cemandi dengan menunjukkan beberapa gerakan
Foto : Dwi suarasurabaya.net
Editor: Eddy Prastyo



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.