KELANA KOTA

Nikmati Kuliner Khas Food Truck di SUCF 2017

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 17 Mei 2017 | 11:25 WIB
Salah satu Food Truck saat berjualan di Jalan Tunjungan Surabaya dalam event Prepcom III UN Habitat. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net - Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) 2017 akan diramaikan belasan Food Truck yang berderet di sepanjang Jalan Tunjungan. Mereka menjual aneka kuliner baik khas Indonesia maupun kuliner khas negeri tetangga.

Khayfuk Le Ketua Komunitas Food Truck Culinary Surabaya (Focus) mengatakan, komunitas ini berdiri sejak 10 November 2016 lalu. Anggotanya anak-anak muda Surabaya. Tujuan komunitas ini untuk saling membantu satu sama lain pengusaha Food Truck.

"Apabila ada event bisa saling mengajak. Karena kalau berjualan sendirian tidak menarik pengunjung. Selain itu, bisa saling berbagi ilmu masalah katering," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Rabu (17/5/2017).

Khay mengatakan, di awal-awal berdiri pada tahun lalu, komunitas Food Truck memang sempat menggunakan Jl Tunjungan sebagai tempat berjualan. Tapi, karena akhir-akhir ini kawasan Jl Tunjungan direnovasi maka tidak bisa lagi dipakai tempat berjualan.


"Akhirnya kami memutuskan ikut dalam event-event untuk berjualan," katanya.

Dalam setiap bulannya, kata dia, komunitas Food Truck bisa mengikuti event sebanyak 2-3 event. Mulai dari lokal Surabaya hingga keliling ke kota-kota lain di Jatim.

Berjualan dari event ke event ini cukup menguntungkan. Jika eventnya tepat dan banyak pengunjung, mereka bisa menghasilkan banyak uang. Sekali event bisa menghasilkan Rp10 juta untuk satu Food Truck.

Menurut Khay, tantangan Food Truck di Surabaya adalah kendala lokasi. Selama ini, jalan-jalan kota Surabaya belum bisa seenaknya dipakai berjualan.

"Apabila tempat yang kita sewa bagus, maka tidak perlu kemana-mana. Kalau kurang bagus, kami terus berkeliling mencari lokasi. Sebab, kami ini berjualan dengan kendaraan besar dan tidak boleh parkir sembarangan. Kalau sembarang parkir bisa melanggar aturan," katanya.

Khay berharap ada dukungan dari pemerintah untuk menyediakan tempat khusus bagi Food Truck agar bisa berjualan secara terjadwal.

"Kami ingin bisa memiliki jadwal tetap di beberapa tempat untuk berjualan bersama. Misalnya, setiap hari Senin kami ada di lokasi A, hari berikutnya di lokasi B, dan seterusnya. Jadwal ini bisa sangat membantu pecinta kuliner Food Truck dan kami sebagai pedagangnya," katanya.

Saat ini, anggota Focus sebanyak 14 Food Truck. Di luar komunitas, masih ada 10 Food Truck lagi. Mereka saling mengenal satu sama lain karena saling bertemu di beberapa event. Mereka menjual berbagai kuliner mulai dari kuliner Indonesia, Jepang, dan Western dengan harga mulai Rp10 ribu sampai Rp45 ribu.

Di acara Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) 2017 di Jalan Tunjungan pada Minggu 21 Mei nanti, dimulai pukul 15.00 WIB - 22.00 WIB. Tema SUCF 2017 kali ini: Tunjungan Awake. Sesuai tema, festival budaya urban Surabaya ini berupaya membangkitkan Tunjungan sebagai bagian dari sejarah Surabaya.

Kata Awake dalam bahasa Inggris berarti "bangun." Sebuah spirit kebangkitan. Sedangkan dalam Bahasa Jawa, kata itu berarti "tubuhnya," yang merujuk pada Tunjungan sebagai bagian tubuh Kota Surabaya.

SUCF 2017 berupaya mengajak kaum urban di Surabaya untuk bangkit dengan ide-ide kreatif, lalu mengaplikasikannya sebagai bagian dari kegiatan sosial dan ekonomi di Surabaya, di tengah era Milenial.

Komunitas Food Truck akan hadir dengan 14 macam Food Truck:

1. Hunger Dazz
2. Kayana Kebab
3. Waffle On dWheels
4. Kombikar
5. The Halal Gyro Cart
6. Pink Crush
7. Coffee Me
8. Baskom
9. Es Delamud
10. Bitelicious
11. Kyuu Kyuu
12. Kombitiam
13. Burgershot
14. Shanghai Kitchen. (bid/iss/ipg)

Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.