KELANA KOTA

Bercadar Tidak Masalah yang Penting Tidak Boleh Merasa Paling Islami

Laporan Jose Asmanu | Jumat, 09 Maret 2018 | 17:40 WIB
KH Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Foto: nu.or.id
suarasurabaya.net - KH Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, NU tidak mempersoalkan orang memakai cadar gamis maupun celana cingkrang.

"Bercadar dan bergamis merupakan hak pribadi seseorang. Yang tidak boleh kalau merasa paling Islami," ujarnya di kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jalan Kramat VI, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

"Yang suka memakai cadar silakan, yang suka memakai gamis tidak apa. Yang harus dijaga yang bercadar dan jangan saling mengejek," tambahnya.

Namun, NU tidak mau masuk dalam polemik mengenai larangan bercadar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. "Itu urusan rektor," kata KH Said Aqil Siradj.


Sebelumnya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, melarang mahasiswinya memakai cadar. Bagi yang melanggar aturan ini diminta keluar.

Larangan bercadar ini sempat mendapat reaksi dari masyarakat, karena dianggap melanggar HAM.

Rencananya, kebijakan itu akan diumumkan Senin (12/3/2018).(jos/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.