KELANA KOTA

AJI Se-Jatim Kembali Tolak Remisi Pembunuh Jurnalis di HPN

Laporan Agung Hari Baskoro | Sabtu, 09 Februari 2019 | 09:49 WIB
Aksi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Se-Jawa Timur menolak pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama, di depan Tugu Suroboyo, Surabaya pada Sabtu (9/2/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Puluhan massa aksi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Se-Jawa Timur kembali menggelar aksi menolak pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuhan jurnalis Prabangsa di depan Tugu Suroboyo, Surabaya pada Sabtu (9/2/2019).

Aksi ini merupakan bentuk perlawanan AJI terhadap pemberian remisi (pengurangan hukuman) kepada Susrama oleh Joko Widodo Presiden.

Aksi ini merupakan aksi kedua yang dilakukan oleh AJI, setelah sebelumnya pada Jumat (25/1/2019) telah digelar aksi serentak diberbagai kota di Indonesia. Sejak Keppres remisi Susrama muncul pada 23 Januari 2019 lalu, gelombang penolakan memang ramai dibicarakan sepanjang dua pekan terakhir.

Berdasarkan catatan AJI, telah ada sekitar 30 aksi di berbagai kota dan sebanyak 38 AJI Kota dan koalisi masyarakat sipil, jaringan LBH Pers, dan YLBHI menuliskan surat keberatan atas munculnya remisi tersebut.


"Dulu Prabangsa yang dibunuh, hari ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, bisa saja kita, jurnalis, yang dibunuh," ujar Miftah Farid Ketua AJI Surabaya ketika berorasi pada Sabtu (9/2/2019).


Suasana aksi yang dilakukan AJI Se-Jatim untuk menolak pemerian remisi kepada Susrama, di depan Tugu Suroboyo. Foto: Baksoro suarasurabaya.net

Aksi ini juga sekaligus bentuk kritik terhadap perayaan Hari Pers Nasional yang saat ini digelar Surabaya. AJI menilai, perayaan ini hanya bentuk hura-hura wartawan dengan pemerintah, karena tidak membahas isu pembunuhan jurnalis sama sekali.

"Hari ini kita hadir di jantung pesta pora wartawan. Tidak ada satu pun nama jurnalis yang dibunuh, disebut dalam pesta mereka. Tidak ada satupun yang disebut," kata Farid.

AJI menilai, seharusnya Hari Pers Nasional bisa menjadi momentum membahas persoalan keselamatan jurnalis dan mengusut kasus-kasus pembunuhan jurnalis di masa lalu. (bas/wil/tin)
Editor: Agustina Suminar



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA