KELANA KOTA

Puluhan Santri di Kabupaten Madiun Keracunan Makanan

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 10 Februari 2019 | 07:26 WIB

Kondisi santri Ponpes Babussalam di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang mengalami keracunan hingga harus mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengalami keracunan hingga harus mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.

AKP Sumarji Kapolsek Kebonsari mengatakan, jumlah santri yang keracunan mencapai 60 orang. Mereka mengeluh pusing, sakit perut, dan muntah.

"Dari jumlah 60 santri yang keracunan, hanya sekitar 30 orang yang mengalami gejala serius, sedangkan sisanya hanya rawat jalan dan sudah diperbolehkan pulang," ujar AKP Sumarji dilansir Antara, Sabtu (9/2/2019).

Menurut dia, puluhan santri tersebut mengalami keracunan karena diduga setelah memakan soto dan melon. Setelah itu, secara bergantian, para santri mengeluhkan pusing dan sakit perut hingga terpaksa dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.


"Alhamdulillah semua santri dalam kondisi sadar, tidak ada yang pingsan. Bagi yang kondisinya serius, langsung dirujuk ke RSUD Dolopo," kata dia.

Polisi masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut guna memastikan penyebab keracunan massal tersebut. Pihaknya juga masih memintai keterangan dari sejumlah saksi. Di antaranya penjual melon dan orang yang memasak soto.

Ia menambahkan, pihaknya dengan menggandeng instansi lain akan melakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab keracunan tersebut. Apakah karena makanan soto dan melon atau lainnya.

Sementara, sebagian besar kondisi para santri yang keracunan berangsur membaik dan diperbolehkan pulang. Dari 30-an santri yang sebelumnya rawat inap, kini tinggal belasan santri saja yang masih dirawat. Mereka dirawat di Puskesmas Gantrung dan Puskesmas Batil.(ant/tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.