KELANA KOTA

Siswa yang Menantang Guru Tidak Dihukum, Ini Langkah Dinas Pendidikan Gresik

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 11 Februari 2019 | 16:17 WIB
Siswa SMP Wringinanom Gresik meminta maaf kepada gurunya di Polsek Wringinanom, Minggu (10/2/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Mahin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mengaku sangat terpukul dengan video aksi tidak terpuji yang dilakukan siswa terhadap gurunya. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan hak-hak pendidikannya tanpa memberikan hukuman.

Menurutnya, sanksi tidak boleh mengikuti ujian bukan solusi yang baik untuk permasalahan ini. Sebagai tenaga pendidik, sudah kewajibannya untuk mengarahkan siswa tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya.

Tidak hanya bertugas memberikan materi pembelajaran di sekolah, kata dia, guru juga bertanggung jawab bagaimana mengubah karakter siswanya, dari yang kurang baik menjadi lebih baik.

"Ya, saya sangat terpukul dengan kejadian salah satu anak didik kita. Tapi tetap hak-hak mereka itu kita berikan. Kita tidak bisa punishment, karena ini tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa serta merta, anak ini tidak boleh ikut ujian. Kalau anak ini bisa berubah, kenapa tidak," kata Mahin, Senin (11/2/2019).


Mahin berharap, kejadian yang menimpa salah satu guru honorer di salah satu SMP di Wringinanom Gresik ini, tidak terjadi lagi di sekolah lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah di Gresik, yang kemudian diteruskan ke masing-masing guru agama dan guru bimbingan konseling (BK).

Pihaknya meminta, agar guru agama dan guru bimbingan konseling melakukan kontrol dan pengawasan anak didiknya. Dalam hal ini, sekolah harus bekerja sama dengan wali murid dengan melakukan kunjungan ke rumahnya dan mengecek kondisi anak didiknya di rumah.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi siswa berperilaku kurang baik saat di sekolah. Bisa saja, ada permasalahan dengan orang tuanya dan faktor lingkungan atau pertemanan. Dia menilai, sinergitas dengan wali murid ini merupakan upaya deteksi dini.

"Indikasi yang kurang baik, bisa diketahui secara dini dengan home visit ini. Jadi sekolah dan orang tua harus bekerja sama. Mungkin saja, ada permasalahan di rumah yang membuat si anak melampiaskannya di sekolah. Bisa kurang perhatian, atau faktor lingkungan juga bisa. Orang tua diharapkan juga mengontrol anaknya ketika pulang sekolah," kata dia. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.