KELANA KOTA

Setelah Imlek, Umat Persiapkan Ci Suak

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 11 Februari 2019 | 16:48 WIB
Ci Suak dibutuhkan umat agar tahun baru tidak terkendala dengan bala atau petaka. Foto: Totok/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Umat Tri Dharma mulai mempersiapkan ritual Ci Suak atau tolak bala, memasuki tahun baru Imlek setelah sebelumnya mempersiapkan persembahyangan menyambut pergantian tahun baru Imlek 2570.

Sugiman Pengurus Klenteng Hong San Ko Tee membenarkan bahwa umat memang tengah bersiap mengikuti ritual atau upacara Ci Suak yang lazim digelar untuk memasuki tahun baru agar terhindar dari berbagai petaka.

"Umat meyakini bahwa di tahun baru Imlek, ada beberapa shio sesuai dengan tahun kelahiran masing-masing orang yang tidak sesuai atau bertentangan dengan shio tahun yang sedang berjalan. Untuk itu umat membutuhkan pembersihan diri," terang Sugiman.

Tahun ini, atau Imlek 2570 adalah tahun Babi Tanah, yang dihitung berdasarkan aturan serta ketentuan tradisi penanggalan masyarakat China. Tahun Babi Tanah hadir setelah Tahun Anjing Tanah pada 2018 lalu.

Di Tahun Babi Tanah, lanjut Sugiman, beberapa shio mengalami jiong atau kerugian karena tidak sesuai atau tidka sejalan dengan Tahun Babi Tanah. "Biasanya dipercayai ada jiong besar dan jiong kecil, pada masing-masing shio," tambah Sugiman.

Mereka yang percaya akan ada petaka atau bala di tahun Babi Tanah, satu diantara upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti ritual atau persembahyangan Ci Suak yang digelar di klenteng-klenteng.

"Agar terhindar dari petaka dan bala yang tidak bagus, mereka yang shionya jiong, akan mengikuti upacara Ci Suak ini. Percaya atau tidak itu tergantung kepercayaan masing-masing umat kan?" kata Sugiman.

Ritual Ci Suak di klenteng Hong San Ko Tee dijadwalkan bakal digelar Minggu (17/2/2019) dengan menghadirkan Suhu Gunawan. Masyarakat atau umat yang ingin mengikuti upacara atau ritual Ci Suak diharapkan mendaftar sebelumnya agar lebih tertib.

Ritual Ci Suak biasanya ditandai dengan mandi kembang serta memotong sebagian atau ujung bagian rambut, sebagai prasyarat mengikuti ritual. Umat akan datang dan bersembahyang terlebih dahulu sebelum mengikuti ritual.

"Umat yang dari luar kota juga hadir, oleh karena itu kami mulai mempersiapkan jauh-jauh hari, supaya nanti tidak ada hambatan. Kalau sudah antri untuk mengikuti ritual, biasanya umat ramai," pungkas Sugiman, Senin (11/2/2019).(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.