KELANA KOTA

Sah! Jokowi Presiden Batalkan Remisi Susrama Terpidana Pembunuh Wartawan

Laporan Farid Kusuma | Senin, 11 Februari 2019 | 18:16 WIB
Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa Wartawan Radar Bali yang dibunuh karena memberitakan dugaan korupsi dalam proyek pembangunan sekolah TK Internasional di Kabupaten Bangli, yang sumber dananya dari APBD. Foto: International Federation of Journalists
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden sudah resmi membatalkan rencana pemberian remisi perubahan untuk I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa Wartawan Radar Bali.

Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pembatalan Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup menjadi Pidana Penjara Sementara, ditandatangani Presiden tanggal 8 Februari 2019.

Keberatan berbagai unsur masyarakat dan keluarga korban yang memandang pemberian remisi melemahkan prinsip kebebasan pers dan bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat, merupakan pertimbangan pembatalan.

Sri Puguh Budi Utami Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mengonfirmasi kabar tersebut.

"Ya, saya sudah menerima Keppres pembatalan remisi yang ditandatangani Presiden," kata Sri Puguh kepada suarasurabaya.net, Senin (11/2/2019).

Sebelumnya, rencana pemberian remisi untuk Susrama mendapat penolakan dari masyarakat, khususnya keluarga Prabangsa korban pembunuhan dan juga para wartawan.

Aksi unjuk rasa dan petisi digalang berbagai komunitas wartawan supaya Jokowi Presiden membatalkan remisi.

Kalau remisi itu jadi diberikan, Nyoman Susrama yang seharusnya mendekam di penjara seumur hidup, berpeluang bebas karena hukumannya berubah jadi 20 tahun.

I Nyoman Susrama adalah salah seorang dari 115 terpidana yang mendapatkan rekomendasi sebagai penerima remisi perubahan, berdasarkan Keppres Nomor 29 Tahun 2018.

Keppres tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup menjadi Pidana Penjara Sementara itu, ditandatangani dan ditetapkan Presiden di Jakarta, 7 Desember 2018.

Sekadar diketahui, pada 15 Februari 2010, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar memvonis Susrama pidana penjara seumur hidup.

Susrama terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana.

Sekitar Februari 2009, Susrama memerintahkan dua orang anak buahnya membunuh Prabangsa, karena memberitakan dugaan korupsi dalam proyek pembangunan sekolah TK Internasional di Kabupaten Bangli, yang sumber dananya dari APBD. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.