KELANA KOTA

Ani Yudhoyono Dirawat di Singapura Sejak Sabtu

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 11 Februari 2019 | 19:53 WIB
Doa ucapan kesembuhan dari Lee Hsien Loong, PM Singapura, dan Presiden Jokowi untuk Ani Yudhoyono, yang diunggah dalam akun instagram @aniyudhoyono. Foto: Instagram @aniyudhoyono
suarasurabaya.net - Ani Yudhoyono, mantan Ibu Negara, tengah dirawat di suatu rumah sakit di Singapura sejak Sabtu pekan lalu (9/2/2019).

Belum diketahui penyakit yang diderita Ani Yudhoyono, namun menurut keterangan Imelda Sari Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Ani saat ini sedang diobservasi kondisi kesehatannya.

"Ibu Ani Yudhoyono masih dirawat di Singapura saat ini sejak Sabtu pekan lalu. Keluarga Pak SBY masih menunggu hasil dari tim dokter yang saat ini masih terus melakukan observasi," kata dia, melalui pesan singkat yang dilansir Antara, Senin (11/2/2019).

Ia memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak untuk kesembuhan Ani Yudhoyono. Ia mengatakan, Ani telah berbuat banyak kepada masyarakat Indonesia ketika menjadi ibu negara pada pemerintahan suaminya, Susilo Yudhoyono, pada 2009-2014.


"Mas Ibas selaku putra kedua Ibu Ani dan Pak SBY juga menyampaikan mohon doa untuk Ibu Ani," ujar Sari.

Ia mengatakan, hingga Senin malam, pihak keluarga masih terus menunggu hasil observasi keseluruhan dari tim dokter.

Adapun dalam akun instagramnya, @aniyudhoyono, Ani Yudhoyono sempat mengunggah foto karangan bunga serta ucapan doa kesembuhan dari sejumlah tokoh seperti Presiden Jokowi dan istri, Lee Hsien Loong PM Singapura dan istri, Retno Marsudi Menteri Luar Negeri, Vivian Balakhrisnan Menteri Luar Negeri Singapura, Ngurah Swajaya Duta Besar Indonesia untuk Singapura, pengusaha Chairul Tanjung, Jenderal Polisi Tito Karnavian Kepala Kepolisian Indonesia, dan lain-lain. (ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.