KELANA KOTA

Karena Kesabarannya, Guru yang Ditantang Muridnya Dapat Hadiah Umrah

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 11 Februari 2019 | 20:52 WIB
Nur Kalim guru SMP Wringinanom Gresik saat menerima permintaan maaf siswanya di Polsek Wringinanom, Minggu (10/2/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Apa yang kau tanam, maka itu yang akan kau tuai, pepatah inilah yang sedang dirasakan oleh Nur Kalim, seorang guru yang ditantang oleh muridnya sendiri di SMP Gresik. Atas kesabarannya, Nur Kalim mendapatkan hadiah tak terduga dari perusahaan Kitacomm Jakarta.

Siapa sangka, guru honorer yang mengajar pelajaran IPS ini mendapatkan hadiah umrah. Rencananya, pria berusia 30 tahun ini akan berangkat ibadah umrah pada 12 Maret mendatang bersama 9 orang lainnya, yang memiliki cerita hampir sama seperti Kalim.

Hal ini disampaikan langsung oleh Henny Lestari CEO Kitacomm yang akan memberangkatkan Kalim, saat dikonfirmasi suarasurabaya.net, Senin (11/2/2019). Henny mengatakan, latar belakang pemberian hadiah umrah ini karena sifat sabar yang dimiliki Kalim dalam menghadapi tingkah laku muridnya.

Terlebih, kata dia, Kalim dengan kegigihannya tetap semangat mengajar meski gaji yang ia terima hanya Rp450 ribu per bulannya. Ini menurutnya, hal yang sangat menginspirasi. Kesabaran dan kegigihan sosok pak Kalim patut diapresiasi.


"Kami melihat Pak Kalim akhir-akhir ini di media. Bagaimana dia diperlakukan oleh muridnya, dan cara dia memaafkan muridnya. Di sini, dia sabar sekali. Lalu kami sudah cek dia ke polisi, dia baik dan bersih dari catatan kepolisian. Ditambah, dia juga seorang takmir di masjid. Dari kesabaran dan kegigihan itulah, yang membuat kami salut dan memberikan hadiah ini," kata Henny.

Henny mengatakan, pihaknya sudah menghubungi dan memberikan info tersebut kepada Pak Kalim. Saat ini, Pak Kalim dibantu dengan perwakilannya di Surabaya sedang memproses paspor untuk keberangkatannya.

"Pak Kalim berangkat dengan 9 orang lainnya, yang kami berangkatkan juga dan punya cerita yang hampir sama. Tapi latar belakang beda, ada yang menjadi petani dan lain-lain. Saya harap, instansi terkait bisa membantu prosesnya dengan cepat," kata dia.

Sementara itu, Nur Kalim guru salah satu SMP di Gresik mengaku terkejut dengan kabar tersebut dan tidak bisa berkata-kata banyak. Dia mengaku senang dan mengaku sedang memproses paspor keberangkatan sesuai arahan dari perusahaan tersebut.

"Iya benar. Kalau mereka ikhlas mengajak umrah, ya saya juga ikhlas. Tadi ditelepon katanya diminta segera mengurus paspor," kata dia. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 3
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.