KELANA KOTA

Korban Meninggal Overdosis Minuman Keras di Trenggalek Bertambah

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 12 Februari 2019 | 07:25 WIB
Ilustrasi. Desain grafis: Tim grafis suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Korban meninggal dunia akibat overdosis minuman keras oplosan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, bertambah satu orang, sehingga total korban jiwa menjadi tiga orang, sementara empat orang lainnya masih menjalani perawatan intensif.

"Siang tadi pasien kedua yang masuk RSUD dr Soedomo akhirnya meninggal. Kondisinya terus memburuk sehingga tidak tertolong," kata Sudjiono Humas RSUD Dr Soedomo Trenggalek di Trenggalek, seperti dilansir Antara.

Korban terakhir yang meninggal diidentifikasi berinisial HD. Dia merupakan saksi kunci insiden overdosis yang melibatkan tujuh pemuda di Kecamatan Watulimo.

Sujiono mengatakan, kondisi korban HD ketika datang ke rumah sakit relatif baik dan belum mengalami kritis. Namun, kondisi mereka cenderung terus menurun usai mendapat penanganan oleh tim medis.

Setelah mendapatkan perawaran intensif, kedua korban kondisinya terus menurun dan tidak bisa lagi diselamatkan nyawanya.

"Kami sudah berusaha maksimal, namun kondisi korban terus menurun," ujarnya.

Menurut keterangan polisi, HD merupakan pengoplos minuman keras. Kematian HD membuat polisi harus bekerja lebih keras untuk mengungkap kasus tersebut.

Harapan kini tinggal bergantung pada kondisi empat korban yang masih dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung dan puskesmas/klinik di Kecamatan Watulimo.

"Ya, kasus ini masih terus kami selidiki," kata AKBP Didit Bambang Wibowo Kapolres Trenggalek.

Malapetaka yang menimpa tujuh pemuda itu terjadi setelah mereka menggelar pesta minuman keras di wilayah Kecamatan Watulimo.

Mereka diyakini menggelar acara mabuk-mabukan untuk perayaaan setelah gelaran pilkades serentak pada hari yang sama, Sabtu (9/2/2019) malam. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.