KELANA KOTA

Januari 2019, Imigrasi Surabaya Menindak 17 WNA Pelanggar

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 12 Februari 2019 | 17:08 WIB
Barlian Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya saat berbicara di Rapat Penguatan Pengawasan Orang Asing (Timpora), Selasa (12/2/2019). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Barlian Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya mengatakan, tahun ini pihaknya sudah melakukan tindakan terhadap 17 Warga Negara Asing (WNA). Belasan WNA ini, terbukti menyalahgunakan izin tinggal yang diatur dalam UU No. 6 tahun 2011, tentang Keimigrasian.

Secara rinci, 10 WNA dilakukan tindakan deportasi. Bahkan, tujuh di antaranya dilakukan tindakan tangkal dan tidak boleh datang ke Indonesia selama enam bulan. Kemudian tiga WNA dikenakan denda dan empat WNA dilarang mendatangi tempat-tempat tertentu.

"Ini temuan bulan Januari 2019 kemarin, itu ada 17 WNA yang melanggar. Dokumen tidak lengkap, dan overstay. Ada yang dilakukan deportasi, denda, dan dilarang datang ke Indonesia," kata Barlian, Selasa (12/2/2019).

Barlian mengungkapkan, regulasi bebas visa bagi 169 negara yang diterapkan Pemerintah Pusat, harus diimbangi dengan kewaspadaan petugas. Mulai dari pusat hingga wilayah terendah di kecamatan dan kelurahan.


Dia berharap, dengan dibentuknya 62 Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) hari ini di Surabaya, yang terdiri dari unsur-unsur Imigrasi, Kecamatan, Koramil, Polsek, dan Kesbangpol, dapat menekan angka pelanggaran WNA dan menangkal akses negatif dari luar.

"Kerja nyata yang terkoordinir antar instansi diharapkan dapat menangkal akses negatif dalam penangan orang asing," kata dia. (ang/wil/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.