KELANA KOTA

Jenazah Berenang Menyeberangi Sungai di Gresik

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 12 Februari 2019 | 20:39 WIB
Tangkapan layar video sejumlah warga sedang berjibaku membawa keranda atau jenazah dengan menyeberangi sungai di Kecamatan Kedamean, Gresik, Jatim, Selasa (12/2/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Pernah mendengar jenazah berenang menyeberangi sungai? Dihimpun dari Liputan6.com pada Februari 2017, ini pernah terjadi di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Di mana, jenazah harus berenang sekitar 100 meter menyeberangi Sungai Lusi, sebelum dikebumikan.

Tidak hanya di Jawa Tengah, rupanya kisah ini juga terjadi di Kecamatan Kedamean, Gresik, Jatim, Selasa (12/2/2019). Melalui sebuah video berdurasi 30 detik yang mulai tersebar di media sosial, terlihat sejumlah warga sedang berjibaku membawa keranda atau jenazah dengan menyeberangi sungai yang kondisinya cukup deras.

Ipda Anas Tohari Wakapolsek Kedamean saat dikonfirmasi suarasurabaya.net membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, ini terjadi Selasa (12/2/2019) siang dan warga yang membawa keranda itu menyeberangi Kali Lamong, untuk mengebumikan jenazah di pemakaman yang ada di Dusun Gorekan Lor Desa Cermen, Gresik.

Adapun alasan warga nekat menyeberangi sungai, karena lokasi pemakaman di dusunnya itu Gorek'an Kidul terendam air akibat hujan deras. Sehingga, pemakaman di seberang sungai menjadi satu-satunya solusi mereka.


"Informasi dari kepala desa setempat, itu mau dimakamkan di lingkungannya. Tapi makam di sana ternyata tidak bisa digunakan, karena tanah digali ada airnya. Akibat hujan itu. Akhirnya dipindahkan ke makam di seberang sungai," kata Anas.

Anas menjelaskan, di lokasi tersebut dulu pernah berdiri jembatan. Namun, jembatan itu rusak karena tergerus air sungai. Sehingga, warga nekat menyeberangi sungai dengan bantuan tali.

Sementara informasi yang dihimpun dari salah satu narasumber yang tidak ingin disebut namanya, sebenarnya ada jalan alternatif utuk menyeberangi sungai tersebut. Namun, memang jaraknya cukup jauh.

Anas menambahkan, perihal ini sudah diketahui oleh pemerintah setempat dan sedang diupayakan untuk solusinya. Rencananya, tahun ini akan dibangun jembatan di sungai tersebut sebagai akses warga untuk menyeberangi sungai.

"Pak Lurahnya sudah mengusulkan, planning tahun ini akan dibangun jembatan," kata dia. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.