KELANA KOTA

80-90 Persen Kebakaran Terjadi Karena Arus Pendek Listrik

Laporan Agung Hari Baskoro | Sabtu, 16 Februari 2019 | 13:04 WIB
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya saat simulasi mitigasi kebakaran di kampung Keputran Kejambon II, Kecamatan Genteng, Surabaya, Sabtu (16/2/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Bambang Vistadi Kabid Pembinaan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya mengatakan, hampir 80-90 persen kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik.

Ia menjelaskan, arus pendek itu bisa disebabkan oleh banyak hal, semisal kondisi kabel yang sudah tua, kebiasaan mengisi baterai hape yang keliru, dan saluran listrik yang bertumpuk-tumpuk.

"Macam-macam, mulai kabel e wes tuo (kabelnya sudah tua, red), budaya seng elek (jelek, red), ngecas hape yang bermasalah sehingga panas, jangan ditaruh di tempar yang gampang terbakar seperti kasur. Ini akan menyimpan panas," ujarnya ketika ditemui usai simulasi mitigasi kebakaran di kampung Keputran Kejambon II, Kecamatan Genteng, Surabaya, Sabtu (16/2/2019).

Tak hanya itu, instalasi listrik yang sudah seharusnya diganti, namun dibiarkan saja juga menjadi pemicu kebakaran. Ia mencontohkan bangunan tua yang sudah berumur 30 tahun, dengan kapasitas 450 kVA tetap digunakan meski kapasitas yang dibutuhkan sudah mencapai 1500 kVA.

"Semisal listrik terbakar, stop kontaknya dimatikan dulu. Baru dilakukan pemadaman. Kalau untuk meteran sudah dimatikan, gak papa pake air," katanya memberi imbauan.

Ia juga mengatakan, jika ada kebocoran gas LPG di rumah, warga tidak perlu panik. Warga bisa langsung melepas regulator kompor jika api keluar dari regulator, dan jika kebocoran terjadi pada selang, warga bisa langsung menutup selang tersebut menggunakan tangan. Cara ini selalu disosialisasikan juga oleh dinas PMK Surabaya setiap memberikan sosialisasi dan simulasi pada warga di perkampungan padat penduduk.

Selain itu, jika terjadi kebakaran kecil di rumah warga, warga tidak perlu panik. Warga bisa memanfaatkan kain atau karung yang sudah dibasahi dengan air untuk memadamkannya. Ia mengingatkan, cara mematikannya tidak dengan melempar kain tersebut, namun diletakkan secara perlahan di titik api tersebut.

Tak hanya itu, Irvan Widyanto Kasat PMK Surabaya mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan agar setiap kelurahan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hal ini penting, karena APAR merupakan alat modern yang lebih aman dan mudah digunakan untuk memadamkan api.

"Juga kita usulkan di setiap keluruhan, di tiap pos diberi APAR dan kita (Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, red) latih penggunaannya," ujarnya. (bas/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.