KELANA KOTA

Bertemu Jokowi Presiden, Achmad Zaky Bos Bukalapak Minta Maaf

Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 16 Februari 2019 | 13:57 WIB
Achmad Zaky CEO Buka Lapak (kiri), berbicara dengan Joko Widodo Presiden yang didampingi Pramono Anung Seskab dan Teten Masduki Koordinator Staf Khusus, Sabtu (16/2/2019), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Achmad Zacky pendiri situs jual-beli dalam jaringan (e-commerce) Bukalapak, Sabtu (16/2/2019) siang ini, bertemu Joko Widodo Presiden, di Istana Merdeka, Jakarta.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Zaky berbicara dengan Presiden yang didampingi Pramono Anung Sekretaris Kabinet dan Teten Masduki Koordinator Staf Khusus.

Usai pertemuan khusus itu, Zaky mengungkapkan sudah menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Presiden, atas pernyataannya di media sosial yang memicu beragam reaksi warganet.

Sebelumnya, cuitan Zaky di Twitter menyinggung rendahnya anggaran untuk riset dan pengembangan bidang teknologi informatika yang dialokasikan Pemerintah Indonesia.

Zaky lalu menyampaikan harapan supaya Presiden Baru bisa menambah anggaran riset dan pengembangan.

Diksi 'Presiden Baru' itulah yang kemudian memicu reaksi warganet, karena dianggap sebagai pernyataan politis.

Dia mengaku mengambil data anggaran riset dan pengembangan bidang teknologi informatika yang menjadi acuan menyampaikan kritik, dari situs Wikipedia.

Pengusaha muda itu bilang, tidak tahu data terkini tentang anggaran yang dialokasikan Pemerintah Indonesia untuk riset dan pengembangan inovasi berbasis teknologi.

"Saya berterima kasih kepada Pak Presiden yang sudah mengundang saya. Secara pribadi tadi saya sudah meminta maaf dan meluruskan pernyataan saya yang viral di medsos," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Lebih lanjut, Zaky menjelaskan, maksud dari cuitannya di Twitter itu merupakan ungkapan hatinya sebagai pengusaha muda yang punya semangat serta harapan sumber daya manusia Indonesia makin berkualitas.

Menurutnya, untuk mempersiapkan diri bersaing di era teknologi digital, riset dan pengembangan teknologi menjadi faktor yang tidak boleh dilupakan.

Zaky memprediksi, ke depan akan terjadi perang inovasi. Kalau sumber daya manusia Indonesia tidak siap karena mengabaikan riset dan pengembangan teknologi, maka yang terjadi adalah perang harga.

Pada kesempatan itu, Zaky mengatakan tidak membahas soal kata 'Presiden Baru' dengan Jokowi. Dia menyebut, maksud pernyataannya itu adalah presiden yang terpilih dari kontestasi Pilpres 2019.

Berikut pernyataan Zaky CEO Bukalapak setelah bertemu dengan Jokowi Presiden, di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (16/2/2019),


Di tempat yang sama, Teten Masduki Koordinator Staf Khusus mengatakan, Jokowi Presiden tidak marah dengan Achmad Zaky.

Presiden bisa memaklumi kekhilafan pengusaha muda yang mungkin kurang teliti menjadikan suatu data sebagai acuan.

Dalam hal ini, Presiden, kata Teten, lebih mempertimbangkan kelangsungan bisnis dalam jaringan (online) Buka Lapak, yang masuk kategori unicorn (bisnis rintisan berbasis teknologi yang nilai ekonominya di atas 1 miliar Dollar AS) di kawasan ASEAN.

Presiden juga minta masyarakat menghentikan ajakan menghapus (uninstall) aplikasi Buka Lapak yang viral di berbagai media sosial.

Sekadar diketahui, pertemuan dadakan ini atas inisiasi Teten Masduki yang beberapa hari lalu bertemu Zaky. Lalu, Presiden bersedia meluangkan waktunya hari ini untuk mendengarkan klarifikasi Pendiri Buka Lapak, di Istana Merdeka. (rid/wil/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.